Kemendagri Tegaskan Dance Flassy yang Sah

Mendagri Tito Karnavian saat melantik Dance Yulian Flassy sebagai Sekda Provinsi Papua di Kemendagri, kemarin (1/3). ( FOTO: Istimewa)

JAYAPURA-Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik Kastorius Sinaga membenarkan adanya pelantikan Dance sebagai Sekda Papua di Jakarta. “Iya benar. Siang ini (kemarin) jam 13.00 Bapak Mendagri telah resmi melantik Dance Yulian Flassy menjadi Sekda Provinsi Papua yang definitif,” ujarnya kepada Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos), kemarin.

Kasto menegaskan, pelantikan tersebut dilakukan sudah sesuai ketentuan perundang-undangan. “Pelantikan oleh Mendagri ini berdasarkan Keputusan Presiden No 159/TPA tahun 2020,” imbuhnya.

Saat ditanya adanya pelantikan serupa di Jayapura, Kasto menolak berkomentar lebih jauh. Dia hanya meminta agar posisi Dance sebagai Sekda didukung. “Mohon dukungan semua pihak untuk kelancaran tugas Bapak Sekda Papua yang baru” tuturnya.

Jawa Pos mengkonfirmasi kepada Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik Piliang terkait pelantikan di Jayapura. Namun, Akmal, menolak memberikan keterangan. “Ke Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) saja,” ujarnya. Namun, Kapuspen Benny Irwan juga enggan berkomentar.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik Dance Yulian Flassy sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 159/TPA Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

“Ini acara yang sangat penting, khususnya bagi Provinsi Papua, yaitu pelantikan Sekda Provinsi, Bapak Dance. Saya ucapkan selamat atas pelantikan ini,” kata Mendagri Tito, dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin.

Mendagri Tito juga berpesan, agar Sekda yang dilantik menjaga hubungan dan komunikasi yang baik untuk menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Papua.

“Saya minta jaga stabilitas keamanan di Papua, bekerja sama dengan semua stakeholder yang ada. Bangun komunikasi yang baik dengan Gubernur/Wakil Gubernur, DPRP, MRP, Forkopimda, TNI/Polri, Bupati/Walikota, dan tokoh masyarakat Papua,” ujarnya.

Mendagri Tito memahami peran Sekda yang strategis dalam membangun dan tata kelola pemerintahan. Oleh karenanya, ia meminta Sekda mengambil peranan strategisnya dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menangani pandemi Covid-19 beserta dampak sosial ekonominya.

“Prinsip peran Sekda menjadi kunci, jadi betul-betul jaga stabilitas dan kemudian program-program pembangunan yang dijalankan. Sekda menjadi kunci dan jembatan yang penting untuk pusat dan daerah dalam melaksanakan program yang berkaitan dengan pandemi. Selain kesehatan dan bansos, juga membuat ekonomi tetap bangkit, sekaligus program strategis nasional lainnya,” pesan Mendagri Tito.(ana/fia/far/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *