Minta Patroli Gulung “Ada Sayang Ada”

ilustrasi

JAYAPURA – Patroli rutin yang dilakukan tim  gabungan Satgas Covid 19 hingga kini masih sering dilakukan. Menyambangi lokasi-lokasi keramaian dan meminta untuk warga tertib dalam menjalankan protokol kesehatan. Namun disisi lain ada juga warga yang melihat bahwa muncul aktifitas lain yang perlu ditertibkan. Aktifitas yang dimaksud adalah  penjualan minuman keras online yang hingga kini terlihat sulit ditertibkan.

“Saya sering melihat tim gabungan covid berkeliling dari Entrop, Abepura hingga Waena dan ada banyak warga yang diingatkan. Hanya saja disaat bersamaan ada aktifitas penjualan miras online yang dilakukan disela-sela penertiban tadi,” kata Gunawan, penggiat sosial di Kota Jayapura, Ahad (28/2). Gunawan melihat fenomena miras online yang sering menggunakan kode “ada” ini perlahan – lahan terus tumbuh meski pernah ditertibkan. Selain itu bahasa yang digunakan juga sedikit berbeda. “Mereka biasa menjawab ada sayang, ada sayang kalau ada yang menanyakan barang (miras paketan). Jadi dulunya mereka hanya menawarkan dan sekarang kalau ditanya ya seperti itu jawabannya,” beber Gunawan.

Yang menarik adalah ketika patroli mulai berkeliling maka para penjual ini mulai menyingkir tapi nanti ketika petugas sudah pergi barulah satu persatu kembali bermunculan. “Jadi mirip kucing – kucingan juga, kalau aparat muncul mereka yang berdiri di pinggir – pinggir jalan di Jl Entrop maupun Jl Pasar Lama Abepura ini pura – pura pergi tapi setelah patroli menjauh mereka muncul lagi dan saya lihat jumlah penjualnya kini justru semakin banyak jadi kalau bisa sekalian mereka juga ditertibkan,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *