Ditemukan 18 Warga Kontak Erat Pasien Covid di Muting 

Tracing yang  dilakukan Bhabikamtimas Polsek Muting sebagai tracer bagi  salah satu pasien Covid-19 di Muting  dengan mendatangi  barak PT ACP Muting, Sabtu (27/2).  ( FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos  )

MERAUKE- Bhabinkamtibmas Polsek Muting bersama dengan petugas Puskesmas Muting melakukan tracing terhadap seorang warga yang positif Covid-19 di  Distrik Muting.  Tracing dilakukan di barak PT ACP yang beroperasi di Muting.

    Ps Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Muting  Bripka Jasman Tristanto, S.Sos  mengungkapkan bahwa tracing ini dilakukan dengan melibatkan Ps  Kanit Binmas Sek Muting, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Muting  Brigpol Ida Bagus Dwipayana, Kepala Puskesmas Muting Marijnet N.H. Woniana, AMK, dr. Shinta. P. Hardy  dan 2  2 staf Perawat Puskesmas Muting oleh  dengan mendatangi Barak PT ACP pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 09.00 WIT.

    “Dari tracing yang dilakukan  terhadap salah satu pasien Covid-19 berumur 20 tahun itu, kami temukan 18 orang yang  telah kontak erat dengan pasien Covid tersebut,’’ katanya.

   Pasien Covid-19 sendiri telah dirawat di RSUD Merauke.  Terkait dengan warga yang kontak erat tersebut, pihaknya memberikan edukasi dan pemahaman tentang Covid-19, juga diberikan vitamin untuk meningkatkan imunitas serta menandatangani surat pernyataan melaksanakan karantina mandiri di barak serta berkoordinasi dengan HDR untuk memberikan work form home (WFH) kepada karyawan yang ditemukan kontak erat dengan pasien Covid tersebut.    

    Ditambahkan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada mereka yang kontak erat tersebut apabila mengalami gejala panas, demam, sesak nafas dan kehilangan penciuman agar segera melapor via tepon agar ditangani sesuai SOP Covid 19 oleh Puskesmas Muting.

   “Juga diminta rajin mengkonsumsi jamu, vitamin dan berjemur di matahari untuk meningkatkan imunitas serta tidak perlu merasa  bahwa Covid-19 ini sebagai Aib yang harus disembunyikan namun ini penyakit yg harus dilawan dengan cara memberikan informasi yang  benar demi memutus mata rantai penyebarannya,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *