Batasi Penyebaran Covid-19, Pemkab akan Berlakukan PPKM

Pertemuan sejumlah stakeholder dan Pemkab Jayapura soal PPKM berbasis mikro di Kabupaten Jayapura, Sabtu (26/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan pembentukan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa (kampung) dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar rapat koordinasi dan evaluasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon Dahar dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang juga Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie.

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro kepada wartawan, Sabtu (26/2) mengatakan, rapat ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Mendagri terkait pembentukan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan, serta pemberlakuan PPKM berbasis mikro.

“Kami dari Pemkab dan TNI-Polri serta masyarakat menggelar seperti yang dianjurkan oleh pusat tentang PPKM. Kita dianjurkan bagaimana kalau boleh sampai di tingkat RT/RW itu ada Posko yang bisa menginformasikan perkembangan Covid-19 dan juga pencegahan yang ada harus terlaksana,” ucapnya.

Selain itu, Wabup Giri juga mengharapkan, semua pihak turut membantu bagaimana menekan dan  meminimalkan Covid-19  berkembang di Kabupaten Jayapura.

“Sekarang bagaimana Posko ini bisa terbangun dan di situ juga menjadi pusat sumber data, sosialisasi dan juga perkembangan Covid-19 seperti berapa yang meninggal dan berapa yang terpapar akibat Covid-19,”ungkapnya. Di situ juga masyarakat tahu informasi tentang Covid-19 yang ada di Kabupaten Jayapura, termasuk di beberapa distrik yang masih berada dalam zona merah, yaitu Distrik Sentani dan Distrik Waibu.

Dikatakan, ada sekitar empat distrik yang berada dalam zona kuning dan 13 distrik lainnya masih dalam zona hijau penyebaran Covid-19. Pihaknya mengakui, jika dilihat dari grafiknya, sejauh ini memang dapat ditangani secara baik. Namun hal ini tidak boleh berpuas diri.

“Kita tidak boleh puas diri dengan adanya perkembangan ini. Tapi kita makin giat lagi untuk mencegah Covid-19  agar tidak lagi menjangkiti masyarakat,”imbuhnya.

Untuk membentuk posko pencegahan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan hingga ke RT/RW, serta pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro akan dikeluarkan suatu peraturan pemerintah.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *