Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Nakhoda Kapal Dilaporkan

AKP Agus F. Kombos, SIK (Foto : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Diduga mempekerjakan anak di bawah umur , Nahkoda KMN Jasa Mina Rejeki GT 167 berinisial Wi dilaporkan ke Sentra Kepolisian Terpadu Polres Merauke. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK ketika ditemui media ini membenarkan laporan human traficking atau mempekerjakan anak di bawah umur oleh kapal penangkapan ikan tersebut.
“Kasus ini terungkap pada 23 Februari 2021 lalu,’’ kata Kasat Reskrim.
Kasus ini terungkap, bermula pada tanggal 13 Februari 2021 sekitar pukul 15.00 WIT, KMN. Jasa Mina Rejeki GT. 167 yang dinahkodai terlapor sandar darurat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke dengan membawa jenazah salah satu ABK kapal tersebut bernama Lenando Agustiano yang diduga meninggal karena sakit.
Setelah jenazah dievakuasi ke RSUD Merauke dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bagian luar korban, selanjutnya anggota dari Satuan Polair Merauke melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal dan melakukan klarifikasi terhadap saksi atau ABK kapal tersebut.
Saat pemeriksaan, ditemukan salah satu ABK atas nama Andi Sultan dengan identitas sesuai KTP lahir di Jakarta tanggal 19 Januari 2003 telah menjadi ABK di atas kapal sejak 3 Juni 2020, dimana pada saat kapal berangkat dari PPN Pekalongan, ABK yang bekerja di atas kapal saat itu masih berusia 17 tahun 5 bulan atau masih di bawah umur.
“Semua awak kapal tersebut tidak dilengkapi dengan perjanjian kerja laut (PKL) serta asuransi BPJS ketenagakerjaan,” katanya.
Terkait dengan laporan ini, kata Kasat Reskrim sementara dilakukan pemeriksaan. “Terlapor diduga melanggar Pasal 6 Jo Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang TTPO dan atau Pasal 185 Jo Pasal 68 UU RI Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *