Jangan Semua Harus ke Uncen

Pembantu Rektor I Uncen, DR Onesimus Sahuleka SE., M.Hum

Kualitas Pendidikan Tinggi di Papua Tidak Beda Jauh

JAYAPURA – Masa pendaftaran mahasiswa baru di Papua tidak hanya dilakukan oleh Universitas Cenderawasih melainkan seluruh perguruan tinggi yang ada juga membuka peluang yang sama.  Meski demikian tak bisa dipungkiri jika universitas negeri seperti Uncen masih menjadi prioritas pilihan utama. Meski demikian Uncen juga memiliki keterbatasan terkait kuota mahasiswa baru. Untuk tahun 2021 ini jumlah yang bisa diterima sama seperti tahun 2020 dimana  dari 9 fakultas hanya bisa menampung 3500 mahasiswa baru.

Lalu bagaimana dengan mereka yang tak lolos di Uncen? Pembantu Rektor I Uncen, DR Onesimus Sahuleka SE., M.Hum menyampaikan bahwa bagi calon mahasiswa yang tak berhasil diterima maka tidak perlu berkecil hati mengingat kualitas pendidikan tinggi di Papua kini tidak beda jauh.

“Dunia pendidikan tinggi bukan hanya Uncen tapi ada universitas swasta, perguruan tinggi swasta yang memiliki kedudukan yang sama dengan perguruan tinggi negeri. Jadi jika ada anak-anak kita tidak lulus di perguruan tinggi negeri saya berharap jangan putus asa sebab ada universitas swasta yang mutu dan kualitasnya juga bagus,” beber Onesimus menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos belum lama ini di rektorat Uncen.

Keberadaan perguruan tinggi lain ini biasa disebut Sahuleka dengan istilah USU atau universitas samping Uncen dan kampus-kampus perguruan tinggi ini menurutnya sudah banyak yang bermutu dan tak kalah kelas. “Jika dulu masih gunakan ujian negara, sekarang tidak lagi karena sudah terakreditasi sama. Sebagai pimpinan saya tidak mau mengajak semua anak Papua masuk Uncen tapi bagaimana memanfaatkan universitas lainnya untuk meningkatkan kualitas SDM sebab saya yakin perguruan tinggi swasta juga sudah siap membangun tanah Papua. Ingat Uncen terbatas dengan daya tampung dengan sarana prasarana dan jumlah dosen juga terbatas  sehingga jumlah mahasiswa  pasti dibatasi dan ini harus dipahami dengan baik,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *