Bupati: Soal Banjir, Pimpinan OPD Jangan Masa Bodoh!

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat turun ke lapangan untuk melakukan relokasi saluran yang tersumbat, beberapa hari lalu.(Foto:Denny/Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua meminta kepada OPD terkait untuk turun dan melihat langsung keadaan masyarakat di lapangan. Karena saat ini hujan masih terus mengguyur Jayawijaya dan sekitarnya, sehingga OPD teknis jangan hanya tinggal di kantor dan menerima laporan saja.
“Selama penanganan banjir di Wamena 3 hari saya berada di lapangan melakukan pembenahan-pembenahan saluraan air yang tersumbat, namun yang disayangkan OPD yang menangani masalah ini tidak pernah kelihatan, saya di lokasi banjir bekerja turun dalam lumpur, OPD terkait tak pernah ada yang mau datang bekerja sama -sama,” ungkapnya, Jumat usai (26/2) mengambil apel pagi
Ia menegaskan, ada masyarakat maka ada pemerintah, sehingga ia berharap kepada kepala OPD jangan hanya mengagungkan jabatan, tetapi tidak pernah mau melihat masyarakat. Begitu dengar banjir OPD terkait diam, nanti kalau Bupati kerja dan mengajak OPD lain, OPD terkait tersinggung padahal dalam penanganan banjir tidak perlu harus diperintah,
“Sudah tahu tupoksi masing -masing, mungkin tidak perlu bekerja cukup membuat laporan, agar ada langkah -langkah yang harus diambil pemerintah untuk masyarakat, di distrik ada Gereja, Rumah dan perkebunan milik warga terendam banjir, bahkan ada yang sudah bergeser itu pun tak ada yang melaporkan.” ujar Bupati Jhon Banua menyesalkan.
Bupati mengaku banyak masuk dalam grup WA yang ada di Jayawijaya, sehingga dari grup -grup WA itu ia bisa melihat foto apa yang terjadi di beberapa tempat yang terendam banjir, termasuk di dalam Kota Wamena. Kalau ia tak ada dalam grup, tidak mungkin ia tahu kota ada banjir, di Hom-hom ada genangan air,
“Saya harap pimpinan OPD jangan hanya mau bekerja di kantor, saat mau pulang keliling kota dulu. Jangan datang ke kantor dan langsung pulang ke rumah, sudah tahu hujan dan banjir tapi pura -pura tidak tahu, saya tak senang orang yang masa bodoh,” tegasnya.
Karena curah hujan besar, bupati minta agar sampah -sampah diperhatikan. Jangan selalu bupati yang telepon baru kerja. Jangan menganggap kalau dalam DPA tidak ada anggaran tidak bisa kerja ini dan itu. Seperti banjir ini, perlu ada kebijakan yang harus diambil, jangan biarkan masyarakat jadi korban.
“Saya minta hari ini BPBD Jayawijaya turun ke 41 distrik, terutama distrik yang terdampak banjir supaya segera bisa memberikan laporan,”tutupnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *