Pembelajaran Daring Tidak Efektif di Papua

Kunjungan Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan P. Mandenas, di Enggros, Kota Jayapura, Kamis (25/2) dalam meninjau langsung portrait pendidikan di tengah pandemi Covid 19. ( FOTO: gratianus silas/cepos)

Komisi I Akan Bahas dengan Kementerian Pendidikan

JAYAPURA- Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan P. Mandenas, melakukan kunjungan kerjanya di Kampung Enggros, Kota Jayapura, Kamis (25/2) kemarin. Dalam kunjungannya itu, Mandenas menyerap aspirasi dari para guru yang menilai bahwa pola pembelajaran daring tidak efektif diterapkan di tengah pandemi.
“Enggros kita tinjau selama 1 tahun pandemi ini, kita temui bahwa pemerintah memang sediakan fasilitas internet, tapi tidak semua orang tua mampu beli smartphone maupun laptop untuk mendukung belajar daring tersebut,” ungkap Yan P. Mandenas, Kamis (25/2) kemarin.
Tidak hanya itu, sambung Mandenas, sebab tidak semua guru juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi belajar daring tersebut untuk belajar bersama peserta didik.
“Alhasil, guru harus mencari siswa untuk tetap memberikan materi belajar di rumah, meskipun ini juga tidak cukup karena guru tidak dapat secara langsung memberikan pendampingan secara intens terhadap belajar siswa di rumah,” terangnya. Hal ini dinilai sebagai portret pendidikan di Papua yang tidak berjalan efektif di tengah pandemi Covid 19.
“Oleh karenanya, kami akan kaji ini untuk bahas kebijakan pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan) terkait dengan penerapan protokol kesehatan di sekolah. Mungkin akan kita ubah, sehingga ke depan, tidak lagi penerapan belajar daring. Sebab, ini tidak efektif bagi guru, siswa, maupun orang tua,” jelasnya.
“Mungkin kita ubah dengan sistem belajar offline, yang dibagi per jam belajar, sehingga siswa yang belajar dalam kelas itu dalam jumlah terbatas. Alhasil protokol kesehatan tetap diterapkan, pendidikan tetap berjalan,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo, mengapresiasi kunjungan Mandenas yang melihat sendiri potret pendidikan di Kota Jayapura, khususnya di Enggros selama pandemi Covid 19 ini. “Pak Yan merespon baik dan sangat peduli terhadap pendidikan di Kota Jayapura, khususnya dalam pembelajaran online. Kita patut bangga karena memiliki anak asli Papua yang menjadi representasi di DPR RI, terlebih beliau masih muda, responsif, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” tambah Fachrudin Pasolo. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *