Dosen FMIPA Paling Aktif Lakukan Penelitian

Rektor Uncen, DR Ir Apolo Safanpo ST., MT (kiri) bersama Dekan FMIPA Uncen, DR Dirk Runtuboi mengepalkan tangan sebagai tanda semangat baru dalam perayaan Dies Natalis FMIPA ke 23 di Uncen, Jumat (23/2) kemarin. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Peringatan Dies Natalis Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih ke 23 menjadi refleksi bagi seluruh tenaga pengajar ilmu eksakta terkait capaian yang sudah berjalan selama ini. Rektor Universitas Cenderawasih, DR Ir Apolo Safanpo ST., MM yang hadir dalam seremoni perayaan tersebut memberi sejumlah catatan positif terkait kinerja. Ia mengatakan dosen di FMIPA selama ini menjadi dosen yang paling aktif untuk melakukan penelitian.
Apolo menyinggung ini tak lepas dari parameter untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab serta kehadiran di kampus. “Saya pikir untuk mngukur kinerja itu parameter ya kehadiran. Jika ini sudah ada maka bisa diukur parameter selanjutnya. Namun jika kehadiran saja tidak maksimal maka sulit untuk mengukur parameter lainnya,” beber Apolo dalam arahannya di halaman FMIPA Uncen, Jumat (26/2). Namun disini ia melihat bahwa untuk FMIPA sendiri sudah menjawab apa yang diharapkan dan dengan usia ke 23 tahun ini FMIP masih memberi kebanggaan bagi kampus.
“Saya melihat FMIPA paling banyak memberi kontribusi khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Komunikasi yang dibangun juga sangat baik mulai apakah itu dengan rektor maupun kementerian,” lanjut Apolo. Dan secara khusus ada 2 dosen yang ditugaskan dekan FMIPA untuk membantu mengurusi rektorat yaitu pembantu rektor III dan Direktur LPPM. Ini ikut memberikan kontribusi yang baik karena menciptakan iklim kampus dan perkuliahan yang baik. “Bahkan status LPPM terus meningkat dan tertinggi di wilayah timur,” jelasnya.
Penelitian yang dilakukan dosen di Uncen juga 75 persen didominasi oleh FMIPA namun ini diminta bisa memotivasi fakultas lain untuk melakukan hal serupa. “Saya pantau karena FMIPA rutin melakukan apel pagi tepat jam 8 dan ini akan kita tambah dengan senam setiap Jumat serta coffe senja disetiap Rabu sore. “Setiap Rabu ada meja yang bisa dipakai selama 1 jam untuk ngopi, ini akan menjadi kebiasaan baru agar mengurangi tingkat stres,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *