Terlanjur Termakan Isu, Sosialisasi Vaksin Butuh Waktu

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH, MHum dan Sekda Tinggal Wusono saat menerima vaksinasi yang pertama beberapa waktu lalu. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum mengungkapkan bahwa butuh waktu lama  dari dinas terkait untuk melakukan sosialisasi  yang intens terkait pemberian vaksin Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya. Pasalnya,  masyarakat sudah terlanjur termakan isu sesat atau tidak benar terkait dengan vaksin ini.

  “Agar masyarakat bisa kembali menerima vaksinasi Covid -19 ini, memang masih butuh waktu yang lama untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat.” ungkapnya usai mendapat vaksinasi tahap II   Kamis (25/2) saat ditemui di RSUD Wamena.

   Yang jelas, pihak pemerintah sudah mengawali untuk divaksin, agar masyarakat bisa percaya vaksin Covid-19 ini. “Kami dari pemerintah sudah membuktikan selama melakukan vaksinasi tahap pertama hingga saat ini tahap ke II tidak ada efek samping yang perlu untuk ditakutkan. Bahkan saya tidak merasa (efek) apa -apa hingga vaksinasi tahap II Covid -19 ini,”ungkapnya

   Kata Marthin Yogobi, vaksinasi ini sangat penting untuk masyarakat. Jangan ada masyarakat yang katakan jika Covid -19 itu tak ada di Wamena. Covid itu ada. Bahkan Wabup Marthin mengaku  telah bertemu dengan bekas pasien covid -19 yang sudah dinyatakan sembuh dan menceritakan pengalamannya saat merasakan serangan virus tersebut.

  “Terinfeksi virus Covid -19 itu sangat menderita, apapun makanan yang dimakan tak ada rasa, apapun atau hambar, sehingga Covid -19 itu ada di Wamena, dan banyak orang yang terserang,” katanya.

  Wakil Bupati mengimbau dalam pandemi seperti ini, vaksinasi menjadi penting dan dibutuhkan agar masyarakat memiliki sistem imun (kekebalan) tubuh yang kuat menghadapi serangan berbagai virus ini.

  “Pasca tahap pertama melakukan vaksinasi, itu memancing untuk terbentuknya sistem imun yang kuat dan untuk suntikan vaksin kedua akan masuk untuk menyempurnakan sistem imun yang kuat terhadap berbagai virus untuk itu vaksinasi penting bagi masyarakat,” jelasnya.

  Ia juga menyatakan vaksin pertama dilakukan pada 12 Februari lalu, dan untuk vaksin kedua Kamis 25 Februari  dan akumulasi reaksi dari yang pertama hingga kedua semuanya biasa saja.Tak ada reaksi negatif dan lainnya yang dirasakan baik itu usai vaksin maupun selang waktu vaksin pertama ke kedua.

  “Kami berharap masyarakat jangan takut dan ragu mendapatkan vaksin ini. Saya bersama Sekda Jayawijaya telah mengikuti vaksin kedua, sehingga ini menjadi contoh positif agar diikuti oleh masyarakat,”bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *