Seluruh Tenaga Pendidik Diinstruksikan Terima Vaksin

Dr. Fachrudin Pasolo, M.Si ( foto: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Presiden RI, Ir. Joko Widodo, meninjau vaksinasi massal bagi para guru, tenaga pendidik, dan kependidikan yang telah dimulai di Jakarta, tepatnya di SMAN 70 Jakarta, Rabu (24/2) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa pemberian vaksin bagi tenaga pendidik dan kependidikan menjadi prioritas.

“Alhamdulilah, sejauh ini berjalan lancar. Setelah Jakarta, vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ini segera diikuti provinsi-provinsi lain. Pemberian vaksin kepada lima juta tenaga pendidik dan kependidikan menjadi prioritas kita, dengan harapan agar kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan,” ungkap Presiden RI, Ir. Joko Widodo, yang dilansir di laman Instagramnya, Rabu (24/2) lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachrudin Pasolo, M.Si., menilai bahwa jikalau program vaksinasi bagi para tenaga pendidik dan kependidikan ini sudah dimulai di Papua, maka pastinya pihaknya juga mendukung hal tersebut dilakukan.

“Kalau sampai sekarang masih hanya untuk tenaga medis. Kita yang umum dan untuk guru itu belum. Tapi kalau memang sudah, itu pasti diinstruksikan bagi para guru dan tenaga pendidik untuk wajib divaksin,” ungkap Fachrudin Pasolo kepada Cenderawasih Pos, Kamis (25/2) kemarin.

Kata Pasolo, di Kota Jayapura sendiri terdapat total 2.000 guru yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Jayapura. Jumlah itupun disebutkan belum termasuk para guru honorer.

“Guru kita di kota ini ada 2.000 guru yang menjadi kewenangan Pemkot Jayapura. Itu tidak termasuk yang honorer. Kalau ditambah honorer, maka totalnya mungkin mencapai sekiranya 4.000 guru,” tambahnya.

Perlu diketahui bahwa Kementerian Kesehatan, dalam hal ini Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah merilis alokasi distribusi vaksin tahap 2 di setiap provinsi – kabupaten/kota se- Indonesia.

Adapun untuk Papua sendiri mendapatkan jatah 7.300 vaksin untuk lansia dan 10.003 vaksin untuk pelayanan publik. Disebutkan, pelaksanaan vaksinasi pada kelompok pelayanan publik diatur sesuai ketersediaan vaksin.

Penentuan target sasaran pada kelompok sasaran pada kelompok pelayanan publik dapat ditentukan dengan melakukan persentase seperti wakil rakyat, pejabat negara dan atlet 100 persen, tokoh agama 40 – 100 persen, pedagang pasar 10 – 40 persen, guru 14 – 20 persen dan keamanan (TNI, Polri, Satpol PP) 5 – 65 persen, ASN 2 – 25 persen, dan pelayanan publik lainnya 2 – 20 persen. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *