Lima Orang Ditangkap di Nabire

Wakapolda Papua  Brigjen Pol Mathius D Fakhiri. ( FOTO: ELFIRA/CEPOS)

Diduga Terlibat Dalam Penjualan Amunisi ke KKB

 JAYAPURA-Tim gabungan Polri dan TNI menangkap lima orang warga pada tanggal 22 dan 23 Februari 2021 di sejumlah lokasi di Kabupaten Nabire. Kelimanya diduga terlibat dalam penjualan senjata dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

 “Betul sudah diamankan lima orang. Mereka jaringan Makassar,” ucap Wakapolda Papua, Brigjen Pol Matius Fakhiri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (25/2)

 Adapun kelima orang tersebut telah ditahan di Mapolres Nabire guna dimintai keterangannya.

Terkait darimana asal senjata api yang diperjualbelikan oleh kelima orang tersebut, mantan Dansat Brimob Polda Papua ini belum bisa membeberkannya. “Sedang kami dalami. Cuman ini jaringan Makassar dan ada keterlibatan mantan pecatan anggota TNI dari Zipur,” tambahnya.

 Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan Polda Papua  tetap mengantisipasi dan waspada titik-titik yang menjadi tempat KKB berada. “Kita terus waspdai kelompok ini. Anggota selalu kami ingatkan hati-hati di lapangan. Apalagi kelompok ini sistemnya habis tembak, lari,” kata Kamal.

Terkait dengan jual beli senjata dan amunisi, Kamal menerangkan disatu sisi pihaknya melakukan upaya penangkapan terhadap para pelaku dan di sisi lain melakukan penyekatan terhadap orang-orang yang dengan sengaja melakukan jual beli senjata.

“Anggota selalu melakukan monitoring transportasi baik jalur darat, laut dan udara. Kita tidak ingin peredaran senjata dan amunisi beredar di Papua,” tegas Kamal.

 Secara terpisah, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan menyebutkan kejadian seperti ini bisa membongkar jaringan darimana asal senjata dan amunisi didapat selain senjata yang dirampas dari anggota di lapangan.

Bahkan saat disinggung soal KKB yang sudah memiliki pasokan amunisi dan senjata, Danrem Iwan Setiawan mengaku sesuai protap keluar masuk senjata terdata. Hal ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan  amunisia dan senjata. “Kita rutin melakukan setiap minggu dan melaporkannya ke panglima,” ucap Danrem.

Iwan Setiawan mengaku terus mengingatkan anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta selalu melaksankan pengawasan dengan baik. “Selalu waspada jangan sampai terjadi kelalaian yang mengakibatkan kita jadi korban. Patroli tetap dilaksanakan dengan humanis,” ucapnya.

 Lanjutnya, ada satu mantan oknum anggota dari Zipur yang diduga terlibat namun yang bersangkutan telah dipecat sejak lama.

 Sementara itu, dari data yang didapatkan Cenderawasih Pos. Dari kelima orang yang diamankan tersebut, salah satu pelaku dengan inisial R yang ditangkap tim gabungan Polri dan TNI pada 23 Februari lalu di Jalan Trans Nabire – Wasior Distrik Yaro, Kabupaten Nabire ditemukan beberapa barang bukti.

 Barang bukti yang diamankan di antaranya satu pucuk air softgun jenis revolver, satu pucuk air softgun jenis Makarov, 10 butir amunisi 11-TJ Cal. 7,62 mm untuk senjata V2 Sabara. Kemudian 12 butir amunisi 5-TJ Cal. 5,56 MM, 6 butir amunisi air softgun revolver, 5 tabung gas Co2 air softgun, 1 kotak amunisi air softgun dan amunisi gotri sebanyak 1 dos. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *