Target Besar Dipundak Sepakbola PON Papua

Kapten Sepakbola PON Papua, Ricky Cawor saat dikawal ketat oleh pemain sepakbola Jawa Timur dalam laga ujicoba di Stadion Lukas Enembe pada bulan Oktober 2020 silam. (Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Cabang olahraga Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga paling bergengsi dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan banyak yang menilai bahwa meraih medali emas pada Cabor Sepakbola serasa telah menjadi juara umum dalam pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Tak heran, bila setiap pelaksanaan PON, pertandingan pada Cabor sepakbola kerap menghadirkan tensi pertandingan yang cukup tinggi. Sehingga perseteruan pemain dalam lapangan pun kerap menjadi bumbu dari sebuah pertandingan sepakbola.

Bahkan melalui pelaksanaan PON, beberapa bintang lapangan hijau berhasil bersinar, diantaranya ada Boaz Solossa PON XVI 2004, Andik Vermansah PON XVII 2008, Evan Dimas PON XVIII 2012, Osvaldo Haay, Febri Haryadi PON XIX 2016 serta beberapa bintang lapangan lainnya.

Khusus untuk provinsi Papua, Cabor sepakbola merupakan salah satu Cabor unggulan dalam menorehkan medali emas. Sejak pertama kali mengikuti pelaksanaan PON VII pada tahun 1969 hingga PON XIX Jawa Barat 2016 lalu, sepakbola Papua telah dua kali mencicipi medali emas, yakni PON XIII 1993 Jakarta dan PON XVI 2004 Palembang.

Sehingga saat PON XX 2021 yang dilaksanakan di Bumi Papua, tentu banyak yang menjagokan pasukan Eduard Ivakdalam untuk mampu mendulang medali emas. Apalagi Ricky Cawor dan kawan-kawan akan tampil dihadapan masyarakat Papua, sehingga sepakbola PON Papua akan diuntungkan.

Sayangnya, persiapan sepakbola Papua saat ini kurang maksimal. Mengingat kurangnya laga ujicoba dengan klub-klub yang ada di atas mereka. Laga ujicoba yang sepadan hanya dilakoni tim sepakbola Papua saat menumbangkan tim asal Jawa Timur dengan skor 5-0 (2 leg) di Stadion Lukas Enembe pada akhir tahun 2020 silam. Namun itu belum cukup bagi sepakbola Papua untuk bisa berbicara banyak pada pesta olahraga terbesar tanah air itu.

Sebenarnya, KONI Papua pernah menjadwalkan tim sepakbola Papua menjalani rangkaian ujicoba di luar Papua, bahkan luar negara Indonesia. Negeri Gajah Putih, Thailand menjadi salah satu negara yang akan disinggahi. Sayangnya, sebelum berangkat, Covid-19 mulai mewabah di Tanah Air, dan beberapa negara pun menutup akses masuk bagi warga asing.

Walhasil, sepakbola Papua pun harus mengurungkan niatnya tersebut. Apalagi KONI Papua juga tak ingin mengambil resiko besar untuk memaksanakan para pasukan Eduard Ivakdalam menjalani try out di tengah pandemi Covid-19.

Kapten sepakbola PON Papua, Ricky Cawor mengaku bahwa dirinya bersama rekan setimnya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Papua. Bahkan kata Ricky, mereka akan berupaya untuk mewujudkan target dari KONI Papua.

“Pertama, saya senang bisa masuk skuat PON Papua dan ada rasa dapat tantangan baru yaitu membawah nama besar Papua di kanca nasional. Persiapan sejauh ini sudah sangat siap untuk menghadapi PON, target meraih medali emas,” ungkap Ricky kepada Cenderawasih Pos di Jayapura, Senin (22/2).

Sementara itu, kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa yang juga merupakan jebolan sepakbola Papua PON XVI 2004 mengaku bahwa materi pemain yang dimiliki oleh tim sepakbola Papua mampu berbicara banyak soal prestasi. Apalagi menurut Boaz, keberadaan Eduard Ivakdalam kian membuat sepakbola Papua memiliki peluang bersar untuk meraih medali.

Tapi kata Bochi sapaan akrabnya, sepakbola Papua kedepan harus menjalani rangkaian ujicoba dengan tim yang lebih kuat untuk terus mengasah mental bertanding dari pemain sepakbola Papua.

“Saya yakin skuat yang dimiliki oleh kaka Edu yang terbaik, dan saya lihat peluang mereka berbicara di PON cukup besar, mungkin masalahnya sampai saat ini mereka belum tour keluar, itu yang kendala besar. Tapi apapun yang terjadi, kami semua pemain yang masih aktif mendukung penuh untuk nama baik masyarakat Papua,” pungkas.

Senada dengan itu, mantan rekan setim Eduard Ivakdalam di Persidafon Dafonsoro, Juan Marcelo Cirelli juga optimis, jika mantan rekannya itu bisa sukses bersama sepakbola Papua. Menurutnya, jiwa kepemimpinan yang disiplin serta pengalaman dinilai cukup untuk mendongkrak prestasi sepakbola Papua pada hajatan PON XX 2021.

“Semasa jadi pemain, kaka Edu merupakan pemain yang sangat bagus dan menjadi pelatih ke-2 di lapangan, saya yakin kaka Edu bisa sukses di PON,” tutup pria yang kini menukangi PSBS Biak di pentas Liga 2 Indonesia itu. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *