Selalu Ajarkan Nasionalisme dan Bercocok Tanam

Bripka Duwiri saat bersama dengan warga binaannya, Rabu, (24/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

Cerita Bripka Duwiri yang Sudah 10 Tahun Mengemban Tugas Babhinkamtibmas

Bripka Harnan Duwiri, Sosok Polisi bhabinkamtibmas di Kelurahan Dobonsolo. Jadi polisi itu, setidaknya dituntut untuk bisa dalam segala hal diantaranya  berbaur  dengan masyarakat, termasuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan mandampingi mereka dalam kegiatan  bercocok tanam yang tepat.

Laporan: Robert Mboik- Sentani

Bripka Duwiri, kini sudah belasan tahun mengemban tugas sebagai anggota  polisi, di Polres Jayapura. Dia bergabung dengan satuan itu sejak dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan anggota Polri pada 2004 yang lalu. Berpangkat Bripka bukanlah tanpa perjuangan. Setidaknya suka dan duka sudah dilalui.

Kini dia sudah 10 tahun mengemban tugas sebaga Bhabinkamtibmas. Dia baru saja ditempatkan di wilayah Kota Sentani, setelah sebelumnya mengeban tugas yang sama di Polsek Kemtuk Gresi.  Namun, jauh sebelum mengemban tugas itu,  dia sudah melalang buana ke beberapa tempat penugasan, tidak saja di wilayah kota tetapi lebih banyak wilayah tugasnya di daerah pinggiran bahkan hingga  wilayah pelosok di Kabupaten Jayapura.

Dia  mempunyai prinsip bahwa menjadi anggota polisi sebenarnya adalah amanah, karena sesungguhnya tugas polisi itu tidak mudah. Apalagi menjadi seorang anggota Bhabinkamtibmas, dia harus mampu berada di tengah masyarakat dan dia harus bisa mengabdikan dirinya sebagai guru bagi orang lain.

“Saya sebenarnya menjadi  anggota Bhabinkamtibmas ini seperti seorang guru. Karena saya harus mengajarkan berbagai hal yang baik kepada masyarakat,” katanya dalam sebuah pertemuan singkat dengan media ini, Rabu (23/2), kemarin.

Ya pria kelahiran Jayapura 1985 itu punya mimpi besar bahwa orang asli Papua harus menjadi tuan di atas negerinya sendiri. Bagaimana bisa, caranya adalah  minsednya  harus diubah. Mereka harus terbuka menerima kemajuan dan belajar dari orang lain. Menurutnya,  orang Papua sudah saatnya bangkit dan bersaing dengan saudara saudara lain. Meskipun hal itu memang tidak mudah dan butuh waktu, proses dan terus menerus harus dibimbing.

Dalam hati kecilnya, dia juga selalu berdoa, agar kehadiranya di tengah masyarakat setidaknya bisa  menjadi garam bagi banyak orang. Artinya dapat memberikan pengharapan bagi mitra binaanya. Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan, sebagai anggota Bhabinkamtibmas  selalu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan hingga pertanian.

Dia juga selalu aktif  mengajarkan dan  menanamkan nilai-nilai nasionalisme bagi orang asli Papua, termasuk mitra binaannya yang berasal dari wilayah Lapago. Begitu dekatnya kehadirannya di tengah mereka yang sudah terjalin selama ini, membuatnya sulit untuk meninggalkan mitranya itu.  Rabu (23/2), kemarin, dia berkesempatan mendatangi masyarakat  yang menjadi mitranya itu. Diantara mereka, ada mahasiswa dari Yahukimo yang saat ini sedang mengenyam pendidikan tinggi di STAKPN Sentani. Kepada mereka, dia selalu menanamkan sikap nasionalisme. Selain itu, dia selalu berpesan agar mereka yang sedang mengenyam pendidikan tinggi, bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Dalam berbagai kesempatan saat berkunjung ke sini, seringkali berdiskusi dan berpesan ke mereka supaya manfaatkan kesempatan yang ada untuk belajar. Lalu setelah selesai kemudian kembali ke kampung halaman untuk membangun Papua.

“Saya selalu memberi motivasi kepada saudara-saudara saya yang dari gunung ini bahwa kita ini adalah keluarga. Saya tidak ingin ada perbedaan di antara kita. Tidak boleh ada anggapan bahwa kamu dari gunung saya dari pantai. Kita semua adalah sama bersaudara” ujarnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Bripka Harnan Duwiri itu, saat ini juga aktif mendampingi masyarakat mitranya dalam hal bercocok tanam. Berbekal ilmu pertanian yang pernah diperolehnya selama pelatihan di Bogor beberapa tahun lalu. Karena itu,  dia juga  berperan sebagai penyuluh pertanian di wilayah tugasnya secara khusus bagi masyarakat mitranya.

Beberapa kelompok tani juga sudah mendapatkan pendampingan darinya dan mereka sudah menggarap sejumlah lahan selama awal masa pandemi Covid-19. Tentu dalam menjalankan semua tugas itu, dia tidak bekerja sendirian. Selain  meminta petunjuk dari pimpinan di institusi kepolisian tempatnya bekerja,  dia juga dekat dengan sosok Lurah Dobonsolo yang saat ini dijabat oleh ibu Hero Felle.

“Orang Papua itu hebat, pintar dan alamnya luar biasa. Kita harus bangkit, caranya apa. Kita harus punya  kemauan untuk berubah. Di bidang ekonomi, kita jangan hanya jadi penjual sayur, umbi umbian. Mari kita coba untuk membuka usaha rumah makan khas Papua. Apanya yang tidak bisa, saya yakin, kita pasti bisa. Kuncinya, jangan pernah berhenti belajar dari orang lain,” katanya.

Sosoknya yang selalu ramah itu mendapat banyak suport  dan apresiasi. Salah satunya datang dari seorang mahasiswa yang berasal dari Yahukimo, Agus Fole namanya.  Dia berharap, sosok Bripka Duwiri dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang termasuk anggota polisi yang lainnya.

“Beliau ini selalu ada bersama kami. Kami harap polisi yang lain bisa seperti ini,”harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *