Polda Papua Akan Rekrut 2000 Anak Asli Papua untuk Jadi Polisi

Proses pelantikan anggota polri baru Polda Papua  beberapa waktu lalu, tahun ini Polda Papua  bakal merekrut 2000 anak Papua  untuk menjadi anggota Polri. ( FOTO: Elfira/Cepos)

Pengamanan Papua dengan Kearifan Lokal

JAYAPURA- Kepolisian daerah Papua  tahun ini menerapkan strategi pengamanan Papua  dengan pendekatan kearifan lokal. Hal ini diwujudkan Polda Papua  dengan merekrut sebanyak 2000 Bintara Noken yang menguasi bahasa daerah dan kebudayaan setempat di daerah penugasan.

Kabid Humas Polda Papua  Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, terkait dengan penyampaian Wakil Gubernur Papua  Klemen Tinal dimana putra asli Papua  diharapkan bisa mengamankan daerahnya. Polda Papua  jauh hari telah meresponnya.

“Putra putri asli Papua  yang kami rekrut akan dididik dan kita akan tempatkan mereka dimana mereka dilahirkan. Sehingga mereka nantinya melaksanakan tugas di kampung halamannya berbaur dengan masyarakat dan melaksanakan peemasalahan yang ada di kampungnya,” ucap Kamal kepada Cenderawasih Pos, Rabu (24/2)

Lanjut Kamal, dengan penyelesaian masalah dari hati ke hati maka memahami permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Sehingga penegakan hukum bukanlah segalanya, jika masalah kriminalitas tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi yang dibangun oleh anggota di lapangan maka penegakan hukum yang terakhir.

Dalam rekruitmen putra asli Papua  menjadi anggota Polri, Polda Papua  akan melibatkan Pemda setempat untuk mendapatkan calon polisi yang handal dan memiliki keinginan yang kuat membangun daerahnya serta melayani masyarakat.

“Mereka juga akan diberikan pembekalan bela negara, pembekalan cinta tanah air, wawasan nusantara dan bhineka tunggal ika. Sehingga dia lahir dan dibesarkan di tanah ini agar menjadi warga negara yang cinta akan NKRI dan membangun daerahnya bersama pemda setempat,” tutur Kamal.

Yang terpenting lanjut Kamal, situasi aman dan tentram. Sebab, ketika situasi aman dan tentram maka msyarakat tidak takut dan was-was meninggalkan rumah  dan tempat usahanya. Untuk jumlah rekruitmen sendiri lanjut Kamal, setiap kabupaten pesertanya tergantung kondisi dan situasi daerah setempat. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *