Pendaftar SNMPTN Harus Jeli Dalam Pengisian

DR Onesimus Sahuleka SH

JAYAPURA – Salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yakni SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) terhitung pukul 17.00 WIT kemarin ditutup secara nasional. Untuk Universitas Cenderawasih hingga pukul  14.00 WIT, tercatat jumlah pendaftar sebanyak 2.305 calon mahasiswa dan dipastikan bertambah.

Jumlah ini lebih tinggi dibanding sebelumnya yang hanya berkisar 1.000 lebih. Hal tersebut tak lepas dari gencarnya panitia melakukan sosialisasi lewat media sosial.

Peserta yang diterima lewat jalur SNMPTN tidak mengikuti ujian tetapi penilaian diambil dari prestasi akademik, karenanya pihak sekolah wajib memasukkan nilai semester I  hingga semester V  mengingat sekalipun siswa tersebut sudah memiliki akun namun nilainya tidak dilampirkan maka  yang bersangkutan tidak bisa mendaftar. Selain itu disarankan bila ingin memasukkan peringkat,  ini harus dilakukan dengan jeli. Sebab jangan sampai diinput namun siswa tersebut tidak mau mendaftar.

“Lalu hati – hati memilih program studi. Sebab jika salah  maka namanya tidak akan terdaftar secara otomatis. Pilih sesuai kemampuan, jangan ikut teman termasuk orang tua, siswa harus melihat kemampuan sendiri,” kata Ketua Panitia Penerimaan Calon Siswa Baru, DR Onesimus Sahuleka SH., M.Hum didampingi operator, Arlius Abisay SE yang juga menjabat sebagai Kasubag Pendidikan dan Oskar Wambrauw saat dtemui di kantor rektorat Uncen. Rabu (24/2).

Disini kata Sahuleka proses kelulusan SNMPTN akan ditentukan oleh universitas. Tetapi dikatakan jika tak lulus SNMPTN maka masih ada jalur lain yakni UTBK atau ujian tertulis berbasis komputer atau  Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Kuotanya sendiri minimal 40 persen, berbeda dengan SNMPTN yang hanya 20 persen. “Untuk SNMPTN kami belum bisa meraba jurusan mana yang paling banyak peminat namun tahun lalu paling banyak jurusan sosial hukum dan kami yakin tahun 2021 ini juga masih sama,” jelasnya.

Sementara untuk registrasi akun SBMPTN  sendiri sudah dimulai pada 7 Februari hingga 12 Maret namun ini bagi siswa atau sekolah yang belum memiliki akun.  Jika sudah punya akun maka tinggal login saja ke pendaftaran UTBK SBMPTN yang berlangsung pada 15 Maret hingga 1 Apri nanti. Nah kemudahan yang diperoleh dari UTBK ini adalah ia bisa menentukan hari ujian dan sesi. “Tapi harus tetap teliti. Sebab ada kejadian anak dari Wamena yang memilih Uncen namun sepertinya salah pencet dimana lokasi ujiannya di Surabaya,”ceritanya.

Uncen sendiri lanjut Sahuleka tetap memberi ruang pada anak – anak di daerah untuk ikut UTBK atau SBMPTN. Sebab tidak semua daerah terjangkau jaringan. Untuk itu, pihaknya mencoba buka   sampai ke  daerah – daerah. “Daya tampung hanya 3.500 mahasiswa baru karena kesiapan sarana prasarana, kelas termasuk dosen namun dalam rapat saya sampaikan kendala di Papua jangan disamakan dengan daerah lain. Di luar bisa menggunakan becak namun di Papua harus gunakan pesawat dan dana juga terbatas,” bebernya.

Uncen membuka lokasi pendaftaran dan ujian di enam daerah, Wamena, Nabire, Biak, Merauke, Timika, Serui dan pihaknya meminta calon mahasiswa jangan menentukan lokasi ujian yang jauh dari tempatnya. Pasalnya pernah ada yang kecele dimana calon mahasiswa ini tinggalnya  di Timika namun memilih ujian di Jayapura. Disaat bersamaan terjadi pandemi dan pemerintah membatasi akses penerbangan. “Ini kami igatkan lagi,” jelasnya.

Terkait proses dengan tiga jalur masuk ini Onesimus juga memberi arahan yang cukup menenangkan. Dimana calon mahasiswa tidak perlu terpaku dengan pendaftaran SNMPTN. Sebab jika jalur tersebut gagal maka bisa menggunakan jalur SBMPTN ataupun jalur mandiri. “Jika tidak bisa masuk karena peringkat maka silahkan menggunakan jalur SBMPTN atau jalur mandiri dan status mahasiswanya dan hak – haknya sama, hanya proses masuknya saja yang berbeda,” beber Sahuleka.

Untuk jalur Mandiri akan dibuka pada 15 Juni hingga 30 Juni setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN. “Kami juga meminta pihak sekolah proaktif dan terus memantau perkembangan informasi termasuk melalui grup WA khususnya bagi operator sekolah,” pungkasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *