Anak Asli Suku Komoro Resmi Jadi Kabaintelkam

SUMPAH/JANJI: Irjen Pol. Paulus Waterpauw saat mengucapkan sumpah/janji sebagai Kabaintelkam pada upacara pelantikan yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Rabu (24/2). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Dilantik Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, anak asli suku Komoro, Irjen Pol. Paulus Waterpauw yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua, dipastikan akan mendapatkan kenaikan pangkat bintang tiga menjadi Komisaris Jenderal (Komjen).

Pasalnya, jabatan yang diemban Paulus Waterpauw saat ini merupakan jabatan bintang tiga atau Komjen. Dengan kenaikan pangkat ini, Paulus Waterpauw merupakan putra Papua pertama di jajaran Polri yang berpangkat bintang tiga.

Upacara Sertijab ini sesuai dengan Surat Telegram Rahasi (STR) bernomor ST/318/III/KEP./2021 yang ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan tanggal 18 Februari 2021 atas nama Kapolri.

Irjen Pol. Paulus Waterpauw lahir di Fak-fak, Papua Barat pada 25 Oktober tahun 1963. Pada usia 10 tahun, Waterpauw hijrah ke Kota Surabaya, Jawa Timur untuk belajar di SD YPK Surabaya Timur tahun 1976, SMP Negeri 6 Surabaya tahun 1980 dan SMA Negeri 5 Surabaya tahun 1983.

Kegemarannya dalam olahraga khususnya bola volly terus ia tingkatkan. Banyak prestasi yang Waterpauw dapatkan dibidang olahraga bola volly. Salah satunya terpilih untuk bermain di Malaysia dalam kejuaraan Asean mewakili Indonesia.

Waterpauw yang empat kali menjabat sebagai Kapolda menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1987. Dalam pendidikan Akpol ini, Waterpauw termasuk ranking 12 dari 217 orang siswa.

Ia kemudian lulus dengan pangkat letnan dua polisi dengan penempatan pertama di Polda Jawa Timur tepatnya di Polres Surabaya Timur.

Setelah lulus dari PTIK, Waterpauw ditugaskan di ibukota Jakarta tepatnya di Polda Metro Jaya sebagai Paban Muda pada Paban IV/Kam Sintel Polri. Selama kurun waktu 3 tahun bertugas di Metro Jaya beberapa jabatan telah diembannya. Seperti Kapolsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat, Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat dan Wakapolres Tanggerang.

Waterpauw kemudian mengikuti pendidikan Sespim Polri di Lembang Polri pada tahun 2002. Setelah lulus Sespim Polri, Paulus Waterpauw kembali ke tanah kelahirannya dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika.

Tidak mudah bagi Waterpauw menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Mimika. Pasalnya, saat itu kerap terjadi perang suku. Namun tak lama setelah bertugas di Mimika, konflik dua wargapun reda.

Dua tahun menjabat sebagai Kapolres mimika, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota. Selama kurun waktu 1 tahun menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota, Paulus Waterpauw dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua karena kepiawaiyannya dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

Tidak hanya itu, tahun 2006 merupakan suatu kebanggaan tersendiri baginya. Sebagai putra asli Papua, Waterpauw mendapat kepercayaan menjadi komandan upacara 17 Agustus di Istana Negara Jakarta.

Tahun 2009, Waterpauw ditarik ke Mabes Polri menjadi penyidik Utama tingkat II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri selama 1 tahun.

Ditahun 2010, Paulus Waterpauw diangkat menjadi Widyaiswara Madya Sespim Polri. Tak lama kemudian ia dipercaya menjadi Wakapolda Papua mendampingi Irjen Pol Bekto Suprapto.

Selama kurang lebih 3 tahun menjabat sebagai Wakapolda Papua, Paulus Waterpauw dipercayakan menjabat sebagai Kapolda Papua Barat.

Menjabat sebagai Kapolda Papua Barat selama 1 tahun, anak asli suku Komoro ini mendapat kepercayaan menjabat sebagai Kapolda Papua yang diserah terimakan oleh Irjen Pol Yotje Mende. Menjabat kurang lebih selama kurang lebih 2 tahun, Paulus Waterpauw ke Mabes Polri sebagai Wakabaintelkam Polri.

Jabatan Wakabaintekam diembannya selama kurang lebih dua bulan, sebelum akhirnya dipercayakan memegang tongkat komando sebagai Kapolda Sumatra Utara.

Setelah menjabat selama 1 tahun 2 bulan sebagai Kapolda Sumatra Utara, dipercaya menduduki jabatan sebagai Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Lemhannas RI pada bulan Agustus 2018 dan pada bulan Oktober 2018 menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.

Selama kurang lebih 1 tahun menjabat sebagai analis kebijakan utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri, Waterpauw kembali dipercayakan menjabat sebaga Kapolda Papua selama kurang waktu lebih 1 tahun 6 bulan.

Penunjukan menjadi Kapolda Papua untuk kedua kalinya oleh Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri, bertepatan dengan maraknya unjuk rasa berujung kerusuhan di sejumlah daerah di Papua.

Selama menjabat sebagai Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mempunyai strategi diantaranya menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata dan Kelompok Separatis Politik, antisipasi berita hoaksdan ujaran kebencian. Termasuk merubah mindset anggota Polda Papua dan masyarakat, serta kesiapan Pelaksanaan PON ke XX Tahun 2021 di Provinsi Papua.

Banyak pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan. Akhir tahun 2020, Polda Papua berhasil melakukan pengungkapan kasus penjualan senjata api yang melibatkan oknum anggota Polri dan PNS serta swasta. Bahkan  jaringan penjualan senjata api Indonesia – Philipina di Kabupaten Nabire berhasil diungkap. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *