Waspada, Musim Hujan Akan Sampai Maret

Pemantauan cuaca yang dilakukan di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Selasa (23/2) kemarin. ( FOTO: gratianus silas.cepos)

JAYAPURA- Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura menyampaikan bahwa wilayah Zona Musim (ZOM) 341 meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura bagian timur laut, dan Kabupaten Keerom bagian utara, berada dalam periode puncak musim hujan pada Februari dan Maret 2021. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kejadian hujan, intensitas dan durasi/lama waktu kejadian hujan.

“Untuk satu pekan ke depan, tanggal 24 Februari sampai dengan 2 Maret 2021, kondisi cuaca di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom diprakirakan umumnya berawan hingga hujan ringan pada siang hari, namun masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai badai guntur dan angin kencang yang umumnya terjadi pada malam dan dini hari,” terang Koordinator Sub Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, S.Si., kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/2) kemarin.

Menguatnya angin Moonsun Baratan (Moonsun Asia) dan juga didukung suhu muka laut di perairan utara Papua yang cukup hangat menyebabkan kondisi atmosfer sangat labil dan peluang pembentukan awan hujan semakin besar, sehingga memicu banyaknya kejadian hujan lebat pada bulan Februari 2021. Ini diperkirakan masih akan berlanngsung hingga Maret 2021 mendatang.

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya agar  meningkatkan kewaspadaan selama periode puncak musim penghujan. Kenali lingkungan tempat tinggal, ketahui potensi bencana apa yang dapat terjadi apabila terjadi hujan dengan intensitas lebat di wilayah masing-masing dan perlu mengantisipasi dan ketahui hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi hujan lebat,” jelasnya.

Masyarakat diimbau lebih memperhatikan saluran/got, pohon tinggi di sekitarnya, tidak membuang sampah sembarang dan tidak menebang pohon sembarang, agar lingkungan tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai daerah resapan.

Penurunan daya dukung lingkungan dan alih fungsi lahan merupakan salah satu penyebab bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan sebagainya. Masyasrakat yang bertempat tinggal di wilayah bantaran sungai ataupun kaki gunung atau perbukitan agar juga dapat meningkatkan kewaspadaannya akan potensi banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang, dan lain-lain.

“ Kami juga  terus mengimbau bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kaki gunung atau perbuktian meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang namun dalam durasi lebih lama seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. Hujan yang turun terus menerus dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh dan potensi longsor semakin besar,” tambahnya.

“Masyarakat juga diiimbau untuk selalu memperbaharui informasi cuaca melalui media sosial Info BMKG Papua (Facebook, twitter, Intstagram, Whatsapp, Telegram), aplikasi Info BMKG, atau dapat menghubungi UPT BMKG terdekat. Informasi Prakiraan hujan bulanan hingga peringatan dini cuaca ekstrim secara rutin kami sampaikan juga kepada stakeholder terkait agar dapat mengambil langkah-langkah mitigasi apabila terjadi bencana,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *