Usulan Gunakan Dua Pemain Senior Belum Disetujui

Atlet Futsal PON Papua saat mengikuti latihan di lapangan Futsal Arena Mutiara Hitam, Polimak, Kota Jayapura, Minggu (21/1). ( FOTO: Erik / Cepos)

Futsal PON Papua

JAYAPURA – Pelatih kepala Futsal PON Papua, Daud Henry Arim membeberkan alasan belum finalnya Technical Hand Book (THB) cabang olahraga Futsal. Menurut Daud sapaan akrabnya, ada beberapa poin yang diusulkan oleh tuan rumah enggan disetujui oleh Technical Delagate (TD) Cabor Futsal.

Kata Daud, dalam THB tersebut, Futsal Papua mengusulkan agar PON XX 2021 Papua menggunakan pemain kelahiran 1 Januari 1997 keatas dengan 2 pemain senior. Sayangnya, usulan untuk menggunakan dua pemain senior tersebut belum bisa disahkan.

Menurut Daud, usulan tuan rumah melalui TD Cabor Futsal akan disampaikan dalam rapat Exco PSSI Pusat dan Federasi Futsal Indonesia (FFI). Nantinya federasi yang akan memutuskan apakah rekomendasi tuan rumah tersebut disetujui atau tidak.

“Kita punya TD lagi di Jakarta ada rapat dengan Exco PSSI pusat dan FFI terkait rekomendasi pemain senior. Nanti kalau sudah selesai baru THB futsalnya final,” ungkap Daud Arim kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kota Jayapura, Minggu (21/2).

Legenda hidup Persipura Jayapura itu berharap, agar rekomendasi tuan rumah dapat disetujui. Pasalnya, menurut Daud, sebagai tuan rumah turut memiliki wewenang dalam menentukan regulasi peserta.

“Ya kita harap sebagai tuan rumah jadi THB bisa menguntungkan kita di PON. Di Futsal rekomendasi 2 pemain senior. Kalau di setujui maka di masukan ke THB futsal untuk PON XX tahun 2021,” ujar Daud.

Sementara soal pemain profesional atau pemain berlabel Timnas, kata Daud, tetap diikutkan dalam pertandingan.

“Regulasinya pemain Timnas atau pemain liga boleh tapi kelahiran 01 Januari 1997. Kemarin kita mau pakai kelahiran 01 Januari 1996 cuma kan sudah tidak bisa, makanya kita rekomendasi pakai 2 pemain senior dan tidak menyembut tanggal, bulan dan tahunnya,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *