Selamatkan Besi Gelagar dan Bangun Jembatan Sementara

Kondisi jembatan yang ambruk diterjang banjir bandang di Km 65 jalan trans Papua di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Senin (22/2). ( FOTO: PJN Wilayah IV Wamena for Cepos)

WAMENA-Balai Jalan Nasional Wilayah Jayawijaya memastikan jika jembatan penghubung yang ambruk diterjang banjir tepatnya di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo saat ini dilakukan pembersihan di lokasi menggunakan alat berat.

Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah Wamena, Zefnat Kambu menyebutkan sudah ada dua alat berat yang sementara ini melakukan pembersihan dan merapikan jembatan yang ambruk.

Zefnat Kambu mengaku akan turun ke lokasi jembatan yang ambruk di Km 65 untuk melihat langsung kondisi jembatan tersebut.

Saat ini, Balai Jalan Nasional Wilayah Wamena menurut Zefnat Kambu, sedang berupaya  menyelamatkan gelagar jembatan yang sudah ada terlebih dahulu. Sebab meskipun ambruk, namun gelagar jembatan masih bisa digunakan.

“Nantinya kami juga akan membuat jembatan sementara terlebih dahulu agar bisa dilalui kendaraan dari baik dari Wamena maupun dari Kabupaten Yalimo,” tambahnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Selasa (23/2).

Rangka besi dari jembatan tersebut menurutnya masih diupayakan untuk diselamatkan. Sebab rangka besi dari jembatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat jembatan sementara.

Secara terpisah Kepala Satker PJN wilayah IV Jayawijaya, Andarias Tangkebaru mengakui jika dua excavator sudah berada di lokasi jembatan yang ambruk. Kedua alat berat tersebut sudah mulai melakukan aktivitas untuk pengerjaan jembatan sementara sesuai dengan arahan.

“Sementara ini sudah dikerjakan jembatan sementara. Bayangkan saja kalau ada angkutan dari Wamena ke Elelim dan tak bisa kembali, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, kami berupaya membuat jembatan sementara,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos via selulernya.

Andarias juga mengaku akan turun ke lokasi untuk melihat pengerjaan jembatan sementara. Dirinya berharap, jembatan sementara tersebut bisa segera diselesaikan sehingga arus transportasi di Kabupaten Jayawijaya dan Yalimo tidak terganggu.

“Kami usahakan secepatnya jembatan sementara ini bisa digunakan oleh masyarakat. Sementara untuk jembatan permanen belum bisa dilakukan saat ini. Untuk itu, kita masih mengandalkan jembatan sementara dulu,”tutup Andarias. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *