Sampah Kota Capai 185 Ton/Hari

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Ir Jan Ormuserai menandatangani berita acara penyerahan mesin cacah ke pemerintah Kota Jayapura yang disaksikan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir Rustan Saru di Pasal Baru Youtefa , Selasa (23/2) (FOTO: Gamel Cepos)

Rustan Saru: Perlu Penindakan Bagi  Pedagang yang Masih Gunakan Kantong Plastik

JAYAPURA –  Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2021 menjadi momentum untuk melihat kembali kondisi persampahan di Kota Jayapura sekaligus penanganannya. Tahun ini pemerintah mengambil tema sampah bahan baku ekonomi dimasa pandemi dan pemerintah provinsi melalui Dinas Kehutanan Provinsi menggelar di Pasar Baru Youtefa . Disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H  Rustan Saru MM bahwa dalam sehari timbulan sampah di kota bisa mencapai 185 ton atau hampir 70 dum truk ambrol setiap harinya.  Ini jika dihitung perbulan mencapai 5500 ton.

Namun disini Wakil Wali Kota tak menampik jika penanganan sampah dan kesadaran masyarakat belum sepenuhnya paham. Dikatakan penduduk kota itu jumlahnya 422.165 jiwa dan hampir setengah juta bahkan kalau siang hari penduduk kota bisa dua kali lipat sebab semua akses terbuka, Sentani, Keerom, Sarmi dan kabupaten lain.  Keberadaan masyarakat di Jayapura pasti mencari makan dan minum dan ini akan menghasilkan sampah.

“Ini yang jadi persoalan sekarang, hampir semua masyarakat kita belum pandai memilah sampah dengan baik. Di TPA Koya Koso disana kita kewalahan dimana di lokasi tersebut memproduksi 185 ton sampah sehari. Kita sudah kami perkuat dengan regulasi, perwal namun harus kami akui belum optimal,” jelas Rustan Saru dalam peringatan HPSN bersama Dinas Kehutanan Provinsi di Pasar Baru Youtefa  di Otonom, Selasa (23/2).

Ia menjelaskan bahwa sampah sudah diangkut namun masih banyak yang belum terangkut. Lalu aturan waktu membuang sampah ditentukan pukul 07.00 WIT sudah harus bersih namun sampai pukul 09.00 WIT masih ada yang diangkut. “Kami kami menganggap ada yang salah dalam managemen tata kelola persampahan,” jelasnya. Dari peringatan HPSN ini, Dishut Provinsi juga menyerahkan mesin pencacah sampah kepada pemerintah Kota Jayapura. Sementara Kepala Dinas Kehutanan, Ir Jan Ormuserai menyampaikan bahwa sesungguhnya regulasi sudah ada, bagaimana penanganan, memilah dan jam mengangkut sampah namun dalam pelaksanaannya masih susah.

“Momentum HPSN kita semua diingatkan kembali bahwa 1 sampah sejuta masalah, banyak sampah banyak penyakit sehingga perlu untuk bijak dengan sampah sebab  tidak semua sampah harus berakhir di tempat sampah tetapi jika dikelola maka ada nilai ekonomisnya,” jelas Ormuserai. Dalam HPSN ini diingatkan kembali mulai memilah agar sampah tidak menjadi masalah. “ Pelan – pelan kita sudah harus belajar merubah kebiasaan dimana sampah hanya berakhir di tempat sampah padahal seharusnya dikelola, dipilah lebih dulu,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *