Putra Asli Diharapkan Bisa Mengamankan Daerahnya

Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., MM., saat melakukan pertemuan dengan Wabup Intan Jaya, Yan Kobogoyau di Swiss-Belhotel, Selasa (23/2) kemarin. ( FOTO:Yohana/Cepos)

Kondisi di Intan Jaya Berangsur Membaik   

JAYAPURA-Guna memulihkan situasi di Intan Jaya, Pemkab Intan Jaya melaporkan situasi dan kondisi di Intan Jaya kepada Pemerintah Provinsi Papua melalui Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, SE., MM.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Selasa (23/2) kemarin, Wagub Klemen Tinal berharap, jika kedepannya membutuhkan pengamanan di Intan Jaya, sebaiknya biar anak-anak putra daerah saja yang dilibatkan.

“Dengan melibatkan putra daerah setempat, biar lebih mudah. Karena dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat jauh lebih gampang. Selain itu mereka bisa mengamankan daerah teritorialnya masing-masing,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/2) kemarin.

Dirinya juga mengharapkan, Pemkab Intan Jaya untuk dapat mendaftarkan anak-anak putra daerah asli yang ingin menjadi anggota Polri atau TNI.

Terkait hal ini, Wagub Klemen Tinal berjanji akan membantu menyampaikan langsung kepada pihak-pihak terkait, agar anak-anak putra asli Intan Jaya bisa didik menjadi anggota TNI-Polri, agar nantinya bisa kembali untuk mengamankan daerahnya.

“Kita jangan berpikir untuk 1-2 hari kedepan tetapi harus berpikir permanen yang sifatnya jangka panjang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wabup Intan Jaya, Yan Kobogoyau membeberkan kondisi di Intan Jaya. Menurut Wabup Yan Kobogoyau, situasi di Intan Jaya mulai kembali pulih. Warga yang sebelumnya mencari tempat aman di gereja karena takut dengan kontak tembak, menurutnya sudah kembali ke kampungnya masing-masing.

“Mereka sudah kembali ke kampung mereka masing-masing. Saat ini masih ada sebanyak 600-an orang yang berada di gereja Katolik. Tetapi bisa dipastikan kondisi mulai berangsur-angsur membaik. Apa lagi dengan hadirnya Tim Peduli Konflik di Intan Jaya telah dibentuk,” ungkapnya.

Meskipun demikian, menurut Wabup Yan Kobogoyau, hampir setiap hari terjadi kontak senjata antara pihak TNI-Polri dan TPN-OPM atau KKB. Kondisi ini diakuinya membuat banyak warga yang terpaksa mengungsi ke Nabire dan Timika. Namun sebagian menurutnya masih berada di wilayah Intan Jaya.

Terkait dengan bantuan, Wabup Yan Kobogoyau menyebutkan bahwa Pemkab Intan Jaya sudah mengirim bantuan bahan makanan untuk para pengungsi. Bahan makanan itu dikirim dari Nabire menggunana pesawat terbang sebanyak 6 kali penerbangan.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, situasi Kamtibmas di Wilayah Polda Papua sangat kondusif dari 28 kabupaten dan 1 kota.

Terkait dengan adanya isu warga yang mengungsi, Kamal menegaskan di Kabupaten Intan Jaya tidak ada warga yang mengungsi. Melainkan mengamankan diri ke gereja setempat lantaran terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga. Termasuk adanya kontak tembak antara TNI-Polri dengan KKB sejak Januari 2021.

 “Gereja  salah satu tempat yang paling aman bagi masyarakat yang ada di sana untuk mengamankan diri ketika adanya kontak tembak,” kata Kamal kepada wartawan.

Dikatakan, pasca kejadian tersebut warga kembali ke rumah masing-masing. Bupati Intan Jaya dan Kapolres Intan Jaya juga langsung memberikan sembako kepada masyarakat dan saat ini tidak ada pengungsian di Kabupaten Intan Jaya.

Menurut Kamal, aktivitas masyarakat seperti sediakala dan TNI-Polri masih terus melakukan pengamanan serta patroli di beberapa titik di Kabupaten Intan Jaya guna memastikan situasi di Intan Jaya Kondusif.

Ia menegaskan bahwa jumlah warga yang mengamankan diri ke gereja sebanyak 620 orang yang terdiri dari anak-anak, ibu dan orang dewasa. Namun, mereka telah direspon bupati dengan memberikan bantuan.

 “Laporan dari Kapolres menyebutkan warga yang sempat  mengamankan diri ke gereja sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Jumlah mereka sebanyak 620 orang bukan KK. Jangan jadikan isu pengungsi dibesar-besarkan,” tegas Kamal.

 Menurut Kamal, warga Intan Jaya kelaparan akibat teror KKB. Mereka biasanya bangun pagi beraktivitas ke ke kebun dan ke pasar. Namun  kini tak bisa melakukan aktivitas tersebut sejak adanya teror KKB.

 “Terkait dengan penindakan terhadap KKB, kami masih melakukan pengejaran terhadap beberapa nama yang sudah dikantongi oleh rekan-rekan kami dari Kepolisian dan TNI. Personel gabungan masih melakukan pengejaran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menangkap pelaku kekerasan yang ada di Kabupaten Intan Jaya,” pungkasnya. (ana/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *