Pengajuan Izin 16 Penjual Miras Pabrikan Ditolak

Rapat terpadu terkait perizinan minuman keras berlabel di Kabupaten Merauke, kemarin. 16 dari Pengajuan izin baru ditolak Pemerintah Daerah untuk diberikan izin dengan alasan bahwa tempat penjualan miras di Merauke sudah cukup banyak yang seharusnya dibatasi lagi dari 22 izin yang masih eksis sampai sekarang (FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Tim Terpadu menolak 16 pengajuan izin baru untuk penjualan minuman keras pabrikan.  Hanya satu pengajuan izin yang direkomendasikan  yakni Hotel Corain dalam rangka meningkatkan  status hotel tersebut dari bintang dua ke bintang tiga.

   Namun sesuai Perda  Kabupaten Merauke, meski mendapat rekomendasi tapi  jika masyarakat sekitar menolak maka pemerintah daerah tidak akan mengeluarkan izin. “Ada sekitar 1 bulan pengumuman  kepada masyarakat. Sesuai dengan peraturan daerah, jika masyarakat sekitar hotel menolak karena merasa terganggu maka  kita tidak bisa keluarkan izin,’’ kata Kepala Dinas PTSP Kabupate Merauke Ir. Justina Sianturi dalam rapat terpadu, yang dipimpin Plh Bupati Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si, di ruang rapat kantor bupati Merauke, Senin (22/2).

   Yang menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Merauke  tidak memberikan izin bagi 16 pengajuan  baru untuk penjualan Miras tersebut, karena  nantinya Merauke akan dikepung dengan  penjualan miras dimana-mana. Sebab, saat ini sudah ada 22  izin usaha penjualan Miras berlabel  tersebut yang masih tetap eksis. Apalagi, di tahun  ini PON  XX akan digelar  dimana Merauke merupakan salah satu penyelenggara  beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan  tersebut.

   “Kalau dilihat dari kontribusi PAD  kepada pemerintah daerah sebenarnya kecil.  Sementara dampak yang ditimbulkan  sangat besar dari Miras  ini,’’  tandas Ruslan Ramli.

   Selain tidak memberikan izin terhadap 16 pengajuan baru tersebut, Tim Terpadu juga  membekukan izin dari Club Malam  Romantika. Alasan membekukan izin, karena club malam  Romantika tersebut selama 1 tahun tidak memperpanjang izinnya. Apalagi menurut Kasatppol PP  Kabupaten Merauke Elias Refra, S.Sos, MM bahwa selama  1 tahun terakhir  tidak ada lagi kegiatan di Club Malam Romantika tersebut.

    Dalam rapat terpadu  itu juga disepakati  untuk  aparat , dalam hal ini Satpol PP, sebagai penegak dari Perda  terkait dengan waktu  operasi. Dimana dalam Perda,  waktu operasional  atau penjualan miras  berlabel tersebut  hanya sampai pukul 01.00 WIT. Namun masih ditemukan ada outlet  yang buka sampai pagi.   

   Untuk itu outlet-outlet yang melanggar  jam operasional juga disepakati untuk diberikan saksi tegas mulai teguran sampai pencabutan izin.  Termasuk tindakan tegas yang  menjual miras diluar  tempat izin yang diberikan. Sebab dalam rapat  itu terungkap bahwa selain  tempat izin usaha yang diberikan, ada juga  yang memanfaatkan rumahnya untuk menjual secara ilegal. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *