Kasus Covid Menurun, Kebijakan Pembatasan Waktu Aktivitas Tak Berubah

SEPI: Hingga saat ini Pemkot Jayapura masih memberlakukan pembatasan aktivitas warga dan pelaku ekonomi sampai dengan pukul 21.00 WIT. Tampak kondisi di Jalan Percetakan yang lengang, Selasa (23/2) malam sekira pukul 22.31 WIT. ( FOTO: Gamel/Cepos)

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.  ( foto: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Sekalipun Pemerintah Kota Jayapura telah berhasil menurunkan R0/RT (basic reproduction number/effective reproduction number) di bawah 1, serta menekan angka penularan perhari, namun Pemkot Jayapura ada rencana untuk memperlonggar pembatasan aktivitas warga dan pelaku ekonomi di Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil kebijakan selanjutnya. Terlebih dalam kaitannya dengan melonggarkan kembali waktu aktivitas masyarakat dan pelaku ekonomi.

Tomi Mano menegaskan bahwa pihaknya masih menerapkan kebijakan pembatasan waktu aktivitas masyarakat hingga pukul 21.00 WIT malam.

“Untuk sekarang masih tetap dulu dengan kebijakan yang sekarang (waktu aktivitas hingga pukul 21.00 WIT). Nanti kita rapat evaluasi, baru kita lihat lagi bagaimana kebijakan selanjutnya,” ungkap Wali Kota Tomi Mano kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/2) kemarin.

Dikatakan, pihaknya sejauh ini telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Misalnya kebijakan bebas pajak selama 4 bulan.

“Sesuai aturan, bebas pajak itu diberikan selama 3 bulan, tapi kita di Kota Jayapura berikan selama 4 bulan dan itu sudah selesai. Dari BUMN sudah bantu untuk hotel-hotel yang bayar pajak, itu kita kembalikan kepada mereka,” jelasnya.

“Dan juga waktu aktivitas ekonomi dari pukul 22.00 WIT ke pukul 21.00 WIT. Kalau kita lihat sudah turun lagi (kasus), mungkin kita akan naikan lagi ke pukul 22.00 WIT malam, supaya ekonomi di Kota Jayapura ini jalan, dan penanganan Covid-19 juga jalan. Sehingga baik ekonomi maupun penanganan Covid 19 keduanya sama-sama berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi tahap 2 di Provinsi Papua dengan target orang lanjut usia (Lansia) dan pekerja publik, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua,

dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menyebutkan, saat ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19  sudah masuk pada tahap 2 dengan target kelompok Lansia (usia 60 tahun keatas) dan pekerja publik.

Namun vaksinasi untuk target kelompok ini menurut dr. Aaron akan dimulai di Jakarta dan ibu kota provinsi di Indonesia. Dalam fase awal ini, diprioritaskan dahulu untuk Jawa dan Bali dimana lebih dari 65 persen kasus Covid-19 nasional.

“Melalui fasilitas kesehatan masyarakat baik di Puskesmas maupun rumah sakit pemerintah, peserta bisa  mendaftar dengan mengunjungi situs resmi Kementerian Kesehatan yaitu www.kemkes.go.id dan sehatnegeriku.kemkes.go.id. Serta situs resmi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di www.covid19.go.id. Untuk link pendaftaran vaksin lansia di Jayapura adalah jayapura.kemkes.go.id,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, dalam rilisnya, Selasa (23/2) kemarin.

Lanjutnya, ketiga situs resmi tersebut akan tersedia link atau tautan yang dapat diklik oleh sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia.

“Di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi, Dalam mengisi data tersebut peserta lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui kepala RT atau RW setempat,” ungkapnya.

Diakuinya, setelah peserta mengisi data di website tersebut maka seluruh data peserta akan masuk ke Dinas Kesehatan di setiap provinsi.

Selanjutnya Dinas Kesehatan akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lanjut usia.

“Melalui program vaksinasi massal oleh organisasi dan instansi, organisasi atau instansi dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan untuk melakukan vaksinasi massal untuk peserta lanjut usia,” tambahnya.

Menurutnya, organisasi dan instansi yang sudah menjalin kerja sama akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lanjut usia.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Provinsi Papua lebih khusus dalam pengendalian Covid-19 dan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang terpapar Covid-19, Dinkes Provinsi Papua, melakukan training kepada dokter dan perawat.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk menyiapkan tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat mencegah keburukan kasus Covid, dari yang sedang atau berat dengan tanda – tanda dan cara penanganannya,” jelas Kadinkes Provinsi Papua, Robby Kayame kepada sejumlah awak media di kantor Dinkes Papua, kemarin (23/2).

Para peserta menurut Kayame dilati mengoperasikan alat pemeriksaan non infeksi, white convective transport oxygen dan higclounasalcanul sebagai bagian dari peralatan medis penunjang efektifitas tatalaksana klinik di rumah sakit.

“Gunanya alat ini yaitu, sebelum pasien memakai ventilator, kita terlebih dulu memakaikan alat ini, untuk mencegah pasien bertambah parah,” ujarnya.

Pasca pelatihan, Dinkes Provinsi papua akan memberikan alat-alat tersebut untuk dapat digunakan di rumah sakit yang ada di Provinsi Papua.

Selain training ini, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan pengunaan ventilator di delapan rumah sakit yang ada di Jayapura.(gr/ana/oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *