Fokus Buka Drainase yang Tersumbat

Alat berat yang dikerahkan untuk  membuka saluran air yang terlibat di jalan Hom-hom Wamena, Selasa (23/2). ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Banjir yang merendam sejumlah lokasi di Kota Wamena, akhirnya mulai surut sejak kemarin. Hal ini menyusul, pihak Pemkab Jayawijaya yang langsung mengerahkan dua alat berat jenis eksavator untuk menggali saluran pembuangan atau drainase yang tersumbat di beberapa titik,  seperti di Hom-hom, Jalan SD Percobaan dan Jembatan Pasar Jibama.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat turun melihat kondisi wilayah yang kebanjiran mengakui jika saluran air yang kemarin sempat tersumbat dan air tak bisa dialirkan ke kali Baliem, kini telah terbuka dan sejak kemarin air sudah mulai surut ketika dua   alat berat dikerahkan ke titik banjir.

  “Air yang kemarin menggenangi rumah warga sudah surut sejak kemarin, saat kita mengerahkan dua armada alat berat untuk menggali saluran yang tersumbat, sehingga tak ada lagi banjir di daerah yang kemarin tergenang,” ungkapnya, Selasa (23/2) kemarin.

   Bupati Jhon juga memastikan bahwa pihaknya masih berusaha untuk terus melebarkan kali-kali tempat pembuangan air, agar tidak ada penyempitan lagi, sehingga kalau hujan air itu bisa berada pada jalurnya dan tak meluap ke rumah warga maupun ke jalan raya.

  “Kita upayakan buka jalur pembuangan kali ini sampai ke Kali Baliem, ini dilakukan agar warga tidak terdampak lagi dengan bencana banjir, sehingga jalur air yang tersumbat itu terus dibersihkan dari hulu hingga hilirnya,” jelas Bupati.

  Selama ini, banjir terjadi karena masyarakat membangun rumah di atas drainase dan kemarin sudah dilihat, sehingga bagian -bagian yang menghalangi arus air itu dibongkar semuanya. Banjir kemarin hanya setengah merger saja, tetapi masuk ke pemukiman warga.

  “Fokus pemerintah ini membuka saluran -saluran yang tersumbat dulu, karena dampak banjir kemarin tidak terlalu signifikan sampai seluruh rumah tenggelam, sehingga yang dikerjakan lebih dulu adalah buka seluruh saluran air yang tersumbat,” bebernya.

  Bupati juga mengaku belum ada laporan dari wilayah Kampung dan distrik yang terkena banjir kepada pemerintah daerah, namun ia sudah meminta kepada dinas teknis untuk melihat wilayah -wilayah yang rawan banjir dan didata, sehingga saat ini pihaknya ingin agar seluruh saluran air yang tersumbat terbuka lebih dulu.

  “Kalau untuk di wilayah distrik dan kampung belum ada laporan yang diterima, apakah ada rumah warga yang tertimpa bencana banjir atau longsoran tanah, namun BPBD Jayawijaya masih melakukan monitoring,”tutup Jhon Banua. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *