Anggaran Terbatas, BPBD Tidak Buka Dapur Umum

Sejumlah warga yang ditampung di posko pengungsian di salah satu Mushola yang ada di BTN Dobonsolo, Kelurahan Dobonsolo, Kabupaten Jayapura, Selasa (23/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

Bagi Warga BTN Gajah Mada yang Mengungsi

SENTANI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura memastikan 25 Kepala Keluarga (KK) warga BTN Gajah Mada  yang mengungsi akibat banjir yang melanda pemukiman mereka, belum ditangani pihak BPBD.

“Sementara kita tidak tanggung konsumsi mereka, dalam hal ini tidak aktifkan lagi dapur umum yang ada di sana karena anggaran kita terbatas,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jayapura, Cori ketika ditemui media ini di Kantor BPBD Kabupaten Jayapura, Selasa (23/2) kemarin.

Dia mengatakan, meskipun banjir menggenangi perumahan itu, namun masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka. Kemudian ada juga yang mengungsi di mushola yang ada di BTN Dobonsolo Sentani.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam hal ini BPBD hanya menanggung beberapa kebutuhan lainnya di luar kebutuhan makanan.

“Seperti selimut dan ada beberapa kebutuhan lain yang masih kita berikan ke sana,”katanya.

Cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Jayapura  dan sekitarnya menyebabkan beberapa wilayah terkena dampak dari bencana banjir dan tanah longsor. Misalnya di Distrik Yokari ada dua karbon yang mengalami musibah, namun tidak ada korban jiwa. Bagi keluarga yang mengalami dampak langsung dari bencana tersebut, Pemkab  Jayapura sudah menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk menunjang para korban  selama masa sulit ini.

“Selain di Gajah Mada, ada 2 kampung di Distrik Yokari juga sudah kita tangani. Kejadian di sana berupa tanah longsor, korbannya ada 2 keluarga dan semuanya sudah kita bantu,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura saat ini terus waspada untuk menyikapi persoalan bahaya La Nina dalam hal ini curah hujan yang disertai angin kencang yang masih mengancam.  Bahkan berdasarkan prediksi, kondisi ini akan terus terjadi hingga April mendatang.

“Kami berharap agar masyarakat selalu waspada apabila berada di tempat-tempat yang memang ada potensi bencana segera mengungsikan  diri ke tempat yang lebih aman,”tandasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *