Tidak Berpotensi Banjir Bandang

Jan Jap Ormuseray ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray mengakui, belakangan ini intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Papua, termasuk di Kabupaten Jayapura.

Terkait dengan intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Pegunungan Cycloop dinilai tidak berpotensi bencana banjir bandang seperti yang terjadi pada Tahun 2019 yang lalu.

Harus diketahui bahwa banjir bandang itu disebabkan adanya longsoran di daerah kawasan cagar alam dan penyangga pegunungan Cycloop yang kemudian membentuk tanggul alam. Sehingga mengantisipasi terjadinya hal serupa, tim kehutanan yang tergabung dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua dan BP Das Membramo telah melakukan pemantauan dan pengawasan di daerah kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop, khususnya di daerah aliran sungai dan tidak ada longsoran baru yang kemudian berpotensi membentuk bendungan alami.

“Kita hanya sebatas itu, karena apa, banjir bandang itu terjadi apabila ada longsoran yang membentuk bendungan air dalam kawasan cagar alam Cycloop maupun kawasan penyangga,”ungkapnya kepada media ini di Sentani, Senin (22/2).

Tim kehutanan sudah menggunakan drone. Bahkan tim sudah mendatangi langsung bersama dengan masyarakat Mitra Polhut.”Kita pastikan bahwa sampai saat ini tidak ada longsoran besar yang potensial membentuk bendungan air baru yang nantinya akan menyebabkan terjadinya banjir bandang,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan resmi yang sudah disampaikan oleh BMKG pusat bahwa musim penghujan akan berlangsung sampai April, sehingga masyarakat tetap diminta waspada untuk mengantisipasi terjadinya korban yang ditimbulkan akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Papua.

“Secara global hujan di mana-mana, kita tidak perlu saling menyalahkan. Karena hujan hari ini terjadi di hampir seluruh wilayah yang ada di Indonesia,” pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *