Kantor Dukcapil Dibobol, Pencuri Bawa Lari Dua Laptop 

Masyarakat saat mengurus kependudukan dan catatan sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke, Senin (22/2) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kantor  Dinas  Kependudukan dan Pencatatan  Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merauke yang masih menggunakan gedung lama  gedung  gereja  GPI Papua yang ada di depan RSUD Merauke, dibobol pencuri. Belum diketahui, kapan pencuri  tersebut masuk kedalam ruangan kantor tersebut, karena Sabtu da Minggu libur.

  Namun aksi pencurian ini diketahui, saat pengawai  yang ada di instansi tersebut masuk kantor, Senin (22/2) dan menemukan kertas dan sejumlah  dokumen yang sebelumnya disusun rapi dalam lemari maupun laci meja berhamburan di lantai.

   Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan  Sipil Kabupaten Merauke Paino, SP, MT,  saat melaporkan aksi pencurian yang dipimpinnya tersebut di Polres Merauke mengungkapkan bahwa pelaku pencurian tersebut diperkirakan masuk lewat jendela atas samping  kiri gedung. Pelaku  menggunakan tangga untuk memanjat dinding tembok kemudian masuk ke dalam ruangan kerja. “Pelakunya  diperkirakan lebih dari satu orang,’’ kata Paino.

   Menurut  Paino, kemungkinan pelaku mengincar uang, namun tidak ada  uang yang disimpan di kantor tersebut. Kemudian mengambil  2 laptop yang berisi data dan dokumen penting kependudukan.  Kemudian 1 LCD dipecahkan  dan kurang lebih 50 keping KTP. ‘’Lainnya dokumen dihambur  ke lantai sertai jendela dipecahkan,”  terangnya.

   Paino memperkirakan, pelaku sudah paham situasi yang ada di dalam kantor tersebut. Karena tahu dimana harus masuk. “Semua  ruangan dimasuki dan membongkar dokumen yang ada di setia ruangan itu. Termasuk ruangan saya,” terangnya.

   Meski terjadi aksi pencurian, namun  tidak mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Dari pantuan  Cenderawasih Pos pasca kejadian tersebut, warga antri  untuk mendapatkan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil.

   “Kalau pelayanan  tidak terpengaruh, hanya  pengaruhnya  soal pelaporan kita karena ada di 2 laptop yang dicuri itu,” terangnya.

  Namun Paino meyakini pencuri tidak bisa membuka  laptop  tersebut  karena sudah diberi kode kunci. “Makanya kita sudah minta ke masyarakat terlebih tukang service komputer atau laptop apabila ada  yang meminta untuk membuka kunci laptop untuk segera menghubungi  kita,” tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *