Serap Aspirasi, Anggota DPR RI Temui Petani Sayur dan Nelayan

Anggota Komisi IV DPR RI Drs.H. Sulaeman L. Hamzah saat menemui para petani sayur di Gang TK Al-Hikma Spadem, Kelurahan Muli dan Nelayan di Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga Merauke, Sabtu (20/2). (FOTO:Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dalam rangka menyerap aspirasi dari masyarakat, Anggota Komisi IV DPR RI Drs.H. Sulaeman L. Hamzah menemui petani sayur di Gang TK Al-Hikma Spadem, Kelurahan Muli dan Nelayan di Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga Merauke, Sabtu (20/2).
Politisi Partai Nasdem ini didampingi Sekretaris Komisi V DPR Papua Fauzun Nihayah dan 2 anggota DPRD Merauke Tangke Mangi dan Johan Paulus, ketiganya dari partai yang sama. Kepada petani dan nelayan yang ditemui tersebut, Sulaeman Hamzah mengungkapkan, bahwa menemui konstituen untuk menyerap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat merupakan kewajiban dari setiap anggota dewan.
“Jadi kami datang atau turun ke masyarakat, bukan hanya pada saat mau pemilihan. Sebagai wakil rakyat yang sudah diberi amanah, komitmen ini tetap kami pegang untuk menyerap aspirasi, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Sulaeman Hamzah.
Menurut Sulaeman Hamzah bahwa bantuan yang turun ke masyarakat ada 2 yakni pertama secara reguler yang diberikan pemerintah melalui dinas dan kedua bantuan melalui aspirasi. Sebagai wakil dari Papua di Komisi IV yang membidangi diantaranya pertanian, perikanan, lanjut Sulaeman, dirinya berjuang untuk pemberian bantuan alat pertanian dan perikanan tersebut.
“Untuk bantuan aspirasi ke Papua, sudah sekitar 1.000 alat pertanian, dimana Merauke mendapat porsi terbesar sekitar 700 unit,” kata Sulaeman Hamzah.
Untuk anggaran tahun 2021 ini, diakui Sulaeman Hamzah, bahwa alokasi anggaran yang diberikan ke Kementerian Pertanian yang semula sebesar Rp 23 triliun dipotong untuk penanganan Covid tinggal menjadi Rp 14 triliun. Sehingga kemungkinan untuk bantuan pertanian kemungkinan hanya melalui reguler dengan jumlah yang terbatas.
Sementara untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dari Rp 7 triliun tinggal menjadi Rp 4 triliun. “Kami sudah berusaha mempertahankan agar kementrrian pertanian dan perikanan tidak dipotong, karena kita tahu setelah Covid ini kita akan menghadapi masalah krisis pangan tapi karena semua kementerian dipotong sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Meski begitu, untuk petani sayur tersebut dijanjikan akan diberikan Cultivator, mesin pembuat bedengan sebanyak 2 unit. Pada kesempatan tersebut juga petani sayur tersebut dibagikan bibit sayur-sayuran yang merupakan aspirasi dari petani sayur sebelumnya.
untuk nelayan, menurut Sulaeman Hamzah bahwa untuk Papua diberikan kuota 1.000 asuransi nelayan. Namun untuk mendapat asuransi tersebut harus menjadi anggota kelompok nelayan yang berbadan hukum. “Begitu juga untuk mendapatkan bantuan kapal nelayan mulai 5 GT, 10 GT sampai 30 GT tidak bisa dilayani perorangan. Namun yang dapat dibantu adalah kelompok nelayan yang telah berbadan hukum. Karena ada aturan barunya demikian,’’ tandas Sulaeman Hamzah. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *