Pemekaran Wilayah Saereri Mengemuka

Suasana tatap muka dan penjaringan aspirasi bersama anggota Komisi I DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos., M.Si di wilayah Kabupaten Biak Numfor berlangsung di Guest House, Jumat malam.(Foto: Fiktor/cepos)

Di Kegiatan Aspirasi Masyarakat Komisi I DPR RI

BIAK-Kegiatan tatap muka dan penjaringan aspirasi yang digelar oleh anggota Komisi I DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos., M.Si di wilayah Kabupaten Biak Numfor berlangsung di Guest House, Jumat malam. Selain Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd, jajaran perwakilan dari instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan komponen lainnya hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Banyak hal yang terungkap dalam acara tatap muka tersebut, salah satunya tentang usulan pemekaran Wilayah Adat Saereri menjadi salah satu daerah otonomi baru (pemekaran provinsi). Pengusulan wilayah adat Saereri menjadi salah satu daerah otonomi baru dinilai tetap karena sebagai provinsi perwakilan dari wilayah kepulauan utara Papua dengan memiliki wilayah adat tersendiri.
“Kalau dalam revisi UU Otsus ada pemekaran wilayah, maka kami akan mendorong supaya dibagi menurut wilayah adat, khususnya lagi soal provinsi ini. Soal kapan dieksekusi itu soal kedua, yang penting jelas pemetaannya sesuai wilayah adat, jadi wilayah Saereri tidak bergabung ke wilayah lainnya. Jadi itu salah satu aspirasi,” ujar anggota DPR RI Dapil Papua dari Partai Gerindra ini.
Selain itu, dalam penjaringan aspirasi itu juga diserahkan poin-poin aspirasi yang secara perwakilan diserahkan perwakilan dari agama, Pdt. Micael M. Kapisa, M.Si.TEOL. Dalam poin-poin aspirasi itu juga disampaikan tentang perlunya memberikan perhatian serius dari pemeritah pusat terhadap keberpihakan hak-hak orang asli Papua dan lainnya.
“Apa yang disampaikan dalam 20-an poin aspirasi ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme, saya akan komunikasikan di pihak terkait. Intinya, bahwa apa yang telah disampaikan ini tetap akan menjadi perhatian serius untuk dilanjutkan,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Biak Numfor Herry Ario, S.Si.M.Pd saat membuka pertemuan yang dikemas dalam bentuk tatap muka itu mengatakan, pergumulan di Tanah Papua dan khusus lagi di Kabupaten Biak Numfor tentang pembangunan masih cukup banyak. Melalui penjaringan aspirasi ini diharapkan dijadikan sebagai momentum untuk berdiskusi dan menyampaikan masukan untuk kemajuan pembangunan.
“Kami dengan Pak Yan Mandenas terus membangun komunikasi supaya membantu dalam mendorong berbagai program masuk ke Kabupaten Biak Numfor, tentunya komunikasi ke semua pihak di pemerintah pusat, termasuk melalui DPR RI terus dibangun, sudah banyak hal dibantu termasuk dalam hal memperjuangkan anak-anak Papua, misalnya untuk berkarir di sejumlah institusi,” ujarnya. (itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *