Jalan Poros Jagebob Diminta Diperbaiki

Sekretaris Komisi V DPR Papua Fauzun Nihayah saat meninjau poros jalan Jagebob yang rusak berat, Sabtu (20/2). (FOTO:Sulo/Cepos)

MERAUKE- Sekretaris Komisi V DPR Papua Fauzun Nihayah bersama PPTK dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua meninjau langsung poros jalan Jagebob yang saat ini rusak berat dan sulit dilalui kendaraan baik roda dua, empat dan enam, Sabtu (20/2). Dari peninjauan lapangan tersebut, ada 3 titik atau spot dari jalan tersebut yang rusak parah.
Di tengah peninjauan itu, Sekretaris Komisi V DPR Papua Fauzun Nihayah meminta PPTK agar segera memperbaiki jalan rusak berat tersebut. “Saya harapkan kepada PPTK untuk segera memperbaiki jalan yang rusak berat ini, karena ini yang menjadi prioritas yang kita pernjuangkan,” kata Fauzun Nihayah.
Politisi Partai Nasdem ini merasakan langsung apa yang dialami warga yang menggunakan kendaraan baik roda dua, roda empat maupun roda enam ketika melewati jalan tersebut. Setelah diminta tersebut, PPTK memerintahkan pihak kontraktor untuk segera mengerahkan alat berat menangani jalan yang rusak tersebut.
Fauzun Nihayah menjelaskan bahwa pada pembahasan APBD Perubahan 2020 lalu, dirinya sudah mengusulkan perbaikan dan peningkatan jalan Jagebob tersebut. Kemudian pada pembahasan APBD induk 2021 dirinya menyuarakan lagi.
“Dan ternyata telah terjawab dan dianggarkan di APBD 2021. Tapi, saya kan tidak mau menyampaikan kepada masyarakat sebelum ada bukti. Kemarin itu, saya sampai di inbox oleh warga dari Jagebob sampaikan bahwa bagaimana seandainya saya yang akan melahirkan bisa melahirkan di tengah jalan dengan kondisi seperti itu,’’ jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, dirinya mencari penanggung jawab pekerjaan tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua dan janjian dengan PPTK untuk ketemu di Merauke. “Nah, tadi kemudian kami ketemu dan sama-sama meninjau langsung jalan tersebut,’’ terangnya.
Fauzun Nihayah menjelaskan bahwa karena anggaran yang dialokasikan terbatas dan tidak bisa mengcouver seluruh jalan yang rusak tersebut, sehingga dirinya meminta agar 3 titik yang rusak berat tersebut diperbaiki meski dari sisi perencanaan tidak sesuai perencanaan namun harus dilihat dari sisi kemanusiaan.
“Kalau total panjang jalan yang diperbaiki 21 kilometer, jadi belum mengcouver seluruh jalan yang ada itu. Jadi saya minta untuk 3 titik yang rusak berat itu menjadi prioritas,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *