Jagan Ada Lagi HUT Covid ke-2

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., berbincang – bincang dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, di Entrop, Kamis (14/1). (FOTO:Gamel/Cepos)

Puncak Penularan Covid Periode September-Oktober Capai 1600 Kasus

JAYAPURA- Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., meminta warga Kota Jayapura untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, serta keselamatannya di tengah pandemi Covid 19. Kata Wawalkot Rustan, grafik penularan di Kota Jayapura masih bersifat fluktuatif atau naik turun.
“Kasus pertama pertama masuk Kota Jayapura itu pertengahan Maret 2020. Tinggal 2 minggu lagi, ulang tahun Covid 19 yang pertama. Kita harap, jangan ada ulang tahun kedua. Cukup satu kali saja ulang tahunnya,” terang Ir. Rustan Saru, MM., Sabtu (20/2) kemarin.
Wawalkot Rustan menjelaskan, Juli 2020, dalam sebulan 963 orang terpapar Covid 19 di Kota Jayapura, atau 30 kasus penularan per harinya. Namun, ketika memasuki Agustus 2020, grafik penularan mulai turun, dimana WHO menyampaikan bahwa mendekati new normal atau adaptasi kehidupan baru.
“Begitu akses aktivitas dibuka sampai pukul 21.00 WIT malam, karena waktu itu sudah mulai normal, ternyata dampaknya kasus penularan meningkat lagi. Akhirnya, September – Oktober 2020 jadi puncak penularan tertinggi, di mana capai 1.600 kasus dalam sebulan, atau hampir 54 kasus penularan per hari,” jelasnya.
Namun, sekali lagi, memasuki November 2020, kasusnya turun lagi. Bahkan memasuki Desember, kasusnya lebih rendah lagi, sehingga kebijakan waktu itu adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku ekonomi beraktivitas hingga pukul 22.00 WIT malam.
“Begitu setelah Natal – Tahun Baru, kasus naik sedikit. Puncaknya itu sama seperti waktu Juni dan Juli 2020, di mana 963 terpapar. Kita upayakan segala cara mulai dari 3T, 3M, sampai 5M, tapi masih belum selesai juga,” tambahnya.
“Kita melihat bahwa Covid ini dari Tuhan sehingga kepada Tuhan harus kita memanjatkan doa kita agar pandemi ini segera berakhir. Sehingga kita melakukan doa bersama melibatkan semua umat beragama. Alhamdulilah, ini mulai turun. Mudah-mudahan bisa tuntas (Covid 19 ini),” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *