Fenomena La Nina Masih Berlanjut

Prakirawan BMKG Wamena Laura Silpa saat menunjukan Potensi Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat dikantor BMKG Wamena Sabtu (20/2) kemarin. (FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayawijaya yang membawahi 8 Kabupaten diwilayah Pegunungan Tengah Papua memperkirakan bahwa kondisi cuaca di Papua dan Khususnya di Wilayah Lapago untuk diperkirakan akan tetap hujan. Curah hujan dengan insensitas sedang hingga lebat masih akan berlanjut hingga akhir Maret sampai April 2021.
Kepala BMKG Wamena melalui Prakirawan Laura Silpa mengaku bahwa dari perkiraan BMKG dari tanggal 13 sampai dengan 19 Februari hujan dengan insentitas sedang sampai dengan lebat dan tingkat curah hujan tertinggi itu terjadi pada 14 Februari lalu, sekitar 48 mm selama 1 hari sehingga ini sudah masuk dalam intensitas sedang.
“Dari analisis globalnya prediksi BMKG menunjukkan dimana sejak bulan September tahun lalu ada fenomena La Nina, sehingga cukup berpengaruh di daerah ekuator khususnya di Khatulistiwa di Indonesia dan Khususnya di Papua,”ungkapnya Kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/2) kemarin.
Fenomena ini, kata Laura Silpa, bisa menbuat suhu permukaan air laut lebih dingin dari biasanya dimana lebih dingin 0,5 derajat celcius. Dan ia juga banyak membawa uap air sehingga kondisi atmosfer di Indonesia lebih basah dan menunjukan potensi pertimbuhan awan konfektif akan lebih signifikan sehingga bisa mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Pengaruh La Nina terhadap aktifitas penerbangan mungkin akan lebih banyak melakukan delay penerbangan dan ini dapat dilihat di penerbangan ke wamena selama 1 minggu ini aktifitas penerbangan itu diatas jam 9 sampai 10 , sementara 14 februari kemarin itu aktifitas penerbangan mulai pada p[ukul 12.00 wit ,”jelas Laura
Untuk masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan bantaran kali , Kata Laura Silpa, dari BMKG sudah menyampaikan kepada BPBD Kabupaten Jayawijaya untuk memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dalam melakukan aktifitas diluar khususnya Kali Uwe distrik Wouma dan Kali Baliem itu intensitasnya sedang tinggi. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *