Diskominfo Target Maret 2021 Perbaikan NOC Rampung

Salah satu NOC Palapa Ring Yimur yang rusak akibat di bakar belum lama ini. (FOTO: Dsakomimfo for Cepos)

JAYAPURA – Untuk mendukung kelancaran jaringan komunikasi dan fasilitas internet di Papua, pemerintah dalam hal ini Kominfo telah membangun proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia yang disebut Palapa Ring Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Papua, Jery A Yudianto mengatakan,  untuk Papua hampir sebagian besar wilayah sudah dilalui jaringan Palapa Ring Timur, kecuali 5 Kabupaten dan 1 kota yang tidak dilalui jaringan tersebut.

“Kota dan kabupaten tersebut adalah Kota Jayapura, Kab. Jayapura, Kab. Sarmi, Biak Numfor,  Mimika dan Merauke, karena telah dilalui backbonenya PT. Telkom yg telah existing dioperaiskan sejak pertengahan tahun 2015,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/2).

Diakuinya, hadirnya Palapa Ring Timur ini sebagai upaya untuk meningkatkan jaringan telekomunikasi di Papua, khususnya untuk daerah-daerah Pegunungan Papua yang tidak dilalui jaringan milik PT. Telkom.

“Hanya saja masuki awal tahun 2021, memang ada Network Operation Center (NOC) yang sengaja dibakar sehingga mempengaruhi akses komunikasi di daerah Pegunungan Papua. Namun kami sudah melakukan perbaikan untuk NOC di Kigamanai sudah diperbaiki dan normal, namun untuk Repeater 4 dan 5 masih dalam proses perbaikan dan ditargetkan pertengahan Maret 2021 rampung ,” jelasnya.

Terkait dengan kerusakan NOC,  Kementerian Kominfo telah menugaskan tim unit merecovery dan target pertengahan Maret 2021 selesai,  namun itu sangat dipengaruhi kondisi keamanan di lokasi.

Kerusakan NOC ini pastinya sangat merugikan masyarakat, karena akses telekomunikasi sangat terganggu.

Ia juga menjelaskan bahwa di Papua sudah  dibangun Palapa Ring khususnya pada 23 Kabupaten/Kota , namun penggunaannya belum maksimal karena internet harus ada operator yang masuk untuk sampai pada user.

“Palapa Ring itu adalah backbonenya saja. Ibarat air Palapa Ring adalah pipanya sementara air itu adalah internet dan itu milik operator seperti Telkomsel dan kawan-kawan,” terangnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *