Dilarang, Pangkalan Jual Mitan ke Pengecer

Antrean  warga  Kampung Kuper, Distrik Semangga  pada Jumat (25/9)  untuk   mendapatkan minyak tanah. ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Merauke mengeluarkan larangan bagi pangkalan minyak tanah (Mitan) untuk tidak menjual minyak tanah ke pengecer. Larangan ini dikeluarkan, sulitnya masyarakat mendapatkan minyak tanah yang sudah berlangsung beberapa bulan, tapi justru minyak tanah tersebut dijual bebas di media sosial melalui forum jual beli dengan harga yang sudah melambung tinggi.
Kepala Bidang Industri Migas dan Panas Bumi Disperindag Kabupaten Merauke Dra. Rohasni ketika ditemui media ini di ruang kerjanya mengakui pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada pangkalan minyak tanah yang ada di Merauke untuk tidak menjual minyak tanah kepada pihak yang bertanggung jawab.
“Jika ada yang kedapatan bermain dengan kerja sama dengan pihak lain untuk dijual lagi dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) maka izinnya bisa dicabut,” katanya.
Hanya saja, ketika ditanya media ini soal pengawasan untuk adanya pangkalan-pangkalan minyak yang diduga bermain tersebut, Rohasni mengaku sulit mengawasinya. Apalagi, kata dia anggaran untuk turun langsung ke lapangan saat ini tidak tersedia. Masyarakat Merauke mengharapkan tidak hanya minyak tanah tersebut tapi juga bensin atau premium.
Sebab, untuk bensin sulit diperoleh di SPBU, namun tapi penjualan bensin di pinggir jalan marak. Tidak hanya menjual dengan ukuran 1 liter, 2 liter tapi bahkan sampai ukuran 5 liter. Padahal, minyak tanah dan preminium tersebut disubsidi pemerintah. “Memang betul, premium, minyak tanah dan solar itu bukan seperti barang lain yang mekanisme harga ditentukan pasar. Tapi, namanya barang subsidi ini diatur pemerintah dan tidak boleh diperjualbelikan lagi untuk selanjutnya dijual untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” kata Roshani. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *