Rencana Kembali ke Dosen, Jadi  Wiraswasta dan Politisi

Frederikus Gebze, SE, M.Si  ( foto: Sulo/Cepos)

Ketika Frederikus Gebze dan Sularso Purna Tugas Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Merauke

Sularso, SE   ( foto: Sulo/Cepos)

Rabu, 17 Februari 2021 lalu, Frederikus Gebze, Se, M.Si dan Sularso telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai bupati dan wakil bupati Merauke selama 5 tahun. Apa yang akan dilakukan setelah purna tugas tersebut? 

Laporan: Yulius Sulo, Merauke

Kepada wartawan seusai memberikan pidato akhir masa jabatannya, Frederikus Gebze mengaku  bahwa setelah purna tugas tersebut, dirinya yang juga sebagai akademisi  sebelum menjadi orang nomor satu di Merauke itu akan kembali menjadi dosen.

  “Sebagai akademisi, akan kembali sebagai  dosen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,’’ katanya.

   Namun  belum diketahui  nanti akan menjadi   dosen di perguruan tinggi mana. Sebab, sebelum terpilih sebagai bupati Merauke  5 tahun lalu, Frederikus Gebze yang juga seorang ASN tersebut juga menyandang status dosen Universitas Negeri Musamus (Unmus) Merauke.

   Namun  status ASN itu dilepas saat  maju mencalonkan diri sebagai Bupati  Merauke sebagai syarat pencalonan saat itu. Secara terpisah,  Sularso, SE, yang ditemui Cenderawasih Pos seusai menjalani vaksin kedua di Puskesmas  Mopah Baru, Jumat (19/2) mengaku bahwa setelah purna tugas tersebut, dirinya akan kembali ke basic semula sebagai swasta dan sebagai politisi.

   Sebab, menurutnya, sampai saat ini  dirinya masih menjabat sebagai  Wakil Ketua DPW Gerindra Provinsi Papua. Apalagi, dirinya sejak 2006 lalu merupakan salah satu pendiri dari Partai Gerindra di Provinsi Papua. “Kebetulan waktu itu, kediaman kami dijadikan kantor baik untuk DPW maupun untuk DPD Kota Jayapura, sehingga rumah yang kami tempati punya sejarah,” katanya.

    Sularso juga menjelaskan  bahwa  sebenarnya kita semua baik sebagai pemerintah, pejabat atau  masyarakat  punya tanggung jawab yang sama. Sebagai masyarakat biasa, punya tanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi ke depan.

  “Sebagai pejabat misalnya bupati, wakil bupati juga punya tanggung jawab untuk menjaga daerah. Artinya, selesai purna tugas, saya secara pribadi tetap melaksanakan aktivitas saya sebagai masyarakat yang bergerak di bidang bisnis dan saya sebagai orang politikus,” katanya.   

   Secara pribadi, lanjut  Sularso, dirinya ingin  terus bekerja untuk Papua secara luas dan lebih khusus Kabupaten Merauke dalam rangka peningkatan pembangunan  dan kesejahteraan masyarakat Merauke.

  “Teman-teman wartawan juga punya kontribusi yang sangat luar biasa, petani, nelayan, pedagang, kontraktor juga begitu. Semua punya konstribusi dalam mewujudkan pembangunan daerah. Kita ambil peran masing-masing sehingga kita tidak boleh berhenti melangkah,’’ jelasnya.

   Menurutnya, kita harus tetap melangkah dan menatap ke depan. Lupakan masa lalu dan yang harus dipikirkan  untuk kedepannya yang lebih  baik.  Ditanya lebih lanjut apakan nantinya  lebih banyak di Merauke atau Jayapura,  Sularso mengaku bahwa sebagai orang bisnis dan politik dirinya tentunya akan  bolak balik Merauke-Jayapura dan  daerah lainnya.

   “Kita orang swasta sudah bebas untuk bergerak, tapi yang lebih penting adalah apa yang   kita lakukan itu dapat bermanfaat bagi orang lain. Jadi kita tetap bergerak, di Merauke ya, di Jayapura ya  dan daerah lain ya,’’ pungkasnya. (*/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *