Jangan Tidur Terlalu Nyenyak saat Hujan – Angin!

Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., didampingi Kepala BPBD Kota Jayapura Bernad J Lamia mengecek lokasi banjir di SMPN 14 Jayapura di Koya Koso, Selasa (9/2) lalu. ( FOTO: Humas Pemkot For Cepos)

JAYAPURA- Di tengah situasi cuaca ekstrem, terlebih di mana curah hujan yang tinggi di Kota Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., meminta warga masyarakat di Kota Jayapura untuk selalu waspada di mana berada.
Dengan kata lain, tidak hanya waspada saat berkendara, apalagi saat hujan dan angin, melainkan juga waspada saat di rumah, terlebih untuk potensi terjadinya longsor maupun pohon tumbang di sekitar pekarangan rumah.
Bahkan, Wawalkot Rustan meminta warganya untuk tidak tidur terlalu nyenyak ketika hujan deras yang disertai angin kencang. Sebaliknya harus selalu waspada terhadap situasi terburuk yang bisa saja terjadi.
“Jangan tidur terlalu nyenyak, apalagi saat hujan. Tetap waspada karena kapan saja bisa terjadi bencana. Masyarakat berhati-hati, ini kondisi musim hujan, sehingga tetap menjaga agar kita jangan terkena musibah,” terang Ir. Rustan Saru, MM., kepada Cenderawasih Pos, Jumat (19/2) kemarin.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua, Welliam Manderi, juga meminta masyarakat pada umumnya untuk selalu siaga terhadap banjir dan longsor pada Februari ini, mengingat kondisi cuaca hujan yang disertai angin kencang belakangan ini.
“Bahkan, Pj Sekda Papua sudah menyurati masing-masing bupati/wali kota untuk menyiapkan segala sesuatunya yang terkait dengan penanggulangan bencana. BPBD kabupaten/kota diminta pula untuk selalu ingatkan warganya untuk mempersiapkan diri dan siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, baik longsor, banjir, maupun angin putting beliung, serta gelombang pasang,” jelas Welliam Manderi.
Dengan melihat kondisi cuaca, Manderi mengatakan bahwa adanya potensi terjadi longsor dan banjir yang terjadi di seluruh kabupaten/kota di Papua, sehingga tindakan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini.
“Namun, selain peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam, bencana non alam, dalam hal ini Covid 19, yang dihadapi saat ini juga harus lebih bijak dalam bertindak. Artinya, kondisi cuaca membuat ada masyarakat yang panik, tapi mohon diingat juga protokol kesehatan,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *