Tersisa 4 Gugatan Sengketa Hasil Pemilu

Theodorus Kossay (FOTO:Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Ketua KPU Provinsi Papua, Theodorus Kossay membenarkan bahwa meski ada beberapa kabupaten yang sudah melakukan penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih ternyata hingga kini masih ada 4 gugatan Perselisihan Hasil Pemilu (PHP).
Theodorus Kossay menyebut, 4 gugatan PHP Bupati tersebut berasal dari Kabupaten Nabire untuk sebagian, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Boven Digoel. Untuk Kabupaten Nabire sendiri ada dua gugatan yang diterima. “Sampai saat ini masih ada 4 perkara yang berperkara dan lanjut di MK,” kata Theo kepada wartawan, Kamis (18/2) di Hotel Mercure Jayapura.
Ia merincikan gugatan tersebut yaitu dari Kabupaten Nabire dengan pemohon Fransiscus X. Mote – Tabroni Bin M Cahya (Paslon nomor urut 03) dan pemohon Yufiana Mote – Muhammad Darwis (Paslon nomor urut 01).
“Dari tiga gugatan PHP yang diajukan hanya 2 yang diterima sedangkan 1 gugatan diputus MK dengan amar putusan tidak dapat diterima,” kata Theo. Lalu gugatan lain yakni Bupati Yalimo dengan pemohon paslon nomor urut 02, Lakius Peyon – Nahum Mabel. Dari Kabupaten Boven Digoel dengan pemohon dari paslon nomor urut o3, Marthinus Wagi – Isak Bangri.
Lanjut Theo, ketiga gugatan PHP dari 3 kabupaten ini selanjutnya akan masuk dalam agenda sidang pemeriksan saksi dan alat bukti,” kata Theo.
Sementara untuk KPU Boven Digoel yang ditangani KPU Provinsi Papua, menurut Theo pihaknya telah mendapat jadwal persidangan dari MK. “Untuk Boven Digoel kita akan lanjut sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dan alat bukti pada 25 Februari nanti,” sebutnya.
Sebelumnya KPU dari 11 Kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak di Papua digugat peserta Pilkada dari 7 Kabupaten. Dari gugatan PHP Bupati tersebut, MK telah mengeluarkan putusan PHP Bupati terhadap 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Waropen, Kabupaten Asmat dan Kabupaten Kabupaten Nabire untuk sebagian karena tidak semua gugatan diterima. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *