SMA YPK Mulai Belajar Tatap Muka

Guru SMA YPK Merauke saat memberikan pelajaran secara tatap muka denga siswa kelas XII, Jumat (19/2). (FOTO:Sulo/Cepos)

MERAUKE-Meski pandemi Covid-19 hingga saat ini belum reda, namun SMA YPK Merauke telah melakukan tatap muka mulai sejak Selasa (16/2), lalu. Kepala Sekolah SMA YPK Merauke Soleman Jambormias, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan, bahwa tatap muka yang dilakukan ini dikhususkan untuk kelas IX yang akan menghadapi ujian sekolah di bulan Maret mendatang.
Namun untuk kelas X dan XI, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara daring dan luring. “Ini khusus untuk kelas XII yang akan menghadapi ujian sekolah di bulan Maret mendatang,’’ katanya.
Tatap muka bagi kelas XII ini, jelas Soleman Jambormias, dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari Satgas Covid Kabupaten Merauke dengan menyiapkan semua prosedur protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, alat ukur suhu tubuh da pakai masker selama berada di sekolah. Selain itu, selama di sekolah juga, siswa harus tetap menjaga jarak.
Soleman Jembormias mengungkapkan bahwa tatap muka ini harus dilaksanakan mengingat pembelajaran secara daring dan luring hanya diikuti siswa hanya sekitar 18 persen dikarenakan kondisi dari siswa yang tidak didukung dengan fasilitas seperti HP android dan untuk mengisi pulsa untuk mengikuti pelajaran secara daring tersebut.
“Sementara secara luring, guru juga sangat kesulitan menemukan tempat tinggal dari anak-anak ini karena sebagian berpindah-pindah tempat, bahkan kemungkinan ada yang sudah pulang kampung mengingat ketika kita terapkan pembelajaran sistem daring atau luring siswa ini tidak bisa mengakses pelajaran,” jelasnya.
Sementara pemberian belajaran dengan tugas di rumah, kata Soleman Jambormias, tidak efektif karena sebagian dari tugas tersebut bukan dikerjakan oleh siswa tapi orang tua. “Yang belajar itu orang tua. Dijelaskan, guru saja mengajar di depan siswa belum mengerti dengan baik apalagi jika daring secara terus menerus.Akhirnya kita ambil keputusan kelas XII masuk tatap muka dengan protokol kesehatan. Dimana saat masuk cuci tangan, pakai masker dan guru terus jalan untuk mengawasi siswa patuhi prokes, meski resiko memang tetap ada tapi sulit untuk kita tidak melakukan belajar non daring ini. Kita tetap tatap muka untuk menjaga ini lebih baik,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *