Pemkot Akan Tertibkan Bangunan Liar

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM, bersama Waket DPRD Kota Jayapura Jhon Y. Betaubun, dan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jayapura  Yuli Rahman, kAdistrik Muara Tami Supriyanto, saat mengecek pemukiman warga di Koya Timur yang terdampak banjir akibat tanggul/ bendungan tami jebol, Sabtu (6/2) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Diduga Banyak Bangunan Tanpa IMB

JAYAPURA – Wakil Ketua I DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun meminta agar potensi bencana di Kota Jayapura bisa segera dipetakan kemudian disosialisasikan agar ada langkah antisipasi sehingga mengeliminir kerugian baik harta maupun korban jiwa. Ini dirasa penting mengingat kondisi cuaca yang sama diyakini akan kembali terjadi di tahun depan. Tak hanya itu dari beberapa titik yang sudah terjadi longsor, Jhon lantas berfikir soal perizinan dari sebuah bangunan. Ia menyinggung logsoran di Kotaraja Dalam dan Skyline.
“Terkait longsoran di beberapa titik ini kami atas nama pimpinan DPR mengingatkan untuk tidak asal membangun. Jayapura dikatakan sudah tidak memungkinkan lagi untuk menerima pembangunan sehingga perlu dialihkan,” kata Jhon kepada wartawan di Kotaraja, Jumat (19/2). Hanya saja ia melihat banyak bangunan yang ijin pembangunannya masih layak dipertanyakan. “Itu yang bangun di lereng gunung, yang dekat dengan bantaran sungai kami pikir tidak punya IMB nah dinas perizinan satu pintu ini yang perlu menjelaskan,” katanya.
Ini belum dengan bangunan yang mulai berjejer disepanjang Teluk Yotefa yang mulai disoroti banyak pihak terutama berkaitan dengan perizinan . “Saya pikir dinas perizinan juga perlu menyampaikan apakah bangunan – bangunan ini ada ijin membangunnya atau seperti apa. Perlu dilakukan patroli dan diperingatkan termasuk disepanjang Jl Alternatif hingga Kampwolker juga bisa dicek agar tidak jadi masalah bagi pemerintah kota dikemudian hari,” jelasnya. Jhon merujuk soal Rencana Tata Ruang Wilayah untuk kembali dilihat agar penataan pembangunan di Jayapura tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
Sementara itu di tempat terpisah Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan Pemkot akan mengecek Izinnya apakah warga memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kalau tidak akan ditertibkan dan dibersihkan supaya tidak mengganggu lingkungan sekitar. ‘’Daerah yang tidak boleh dibangun dengan sendirinya mereka bangun sehingga terjadi longsor,’’katanya, Jumat (19/2)kemarin.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru ditemui di tempat tersebut mengatakan, longsor yang terjadi ini akibat adanya pembangunan liar oleh masyarakat di atas, sehingga banyak pohon di tebangi untuk dijadikan pemukiman dan tempat berternak, karena sering terjadi hujan deras dan tanah tidak bisa menahan air maka terjadilah longsor.
“Kedepannya kita akan buat bronjong supaya tanah tidak longsor lagi kemudian dibuat talut supaya kuat dan nanti akan dikerjakan Balai Jalan Nasional wilayah Jayapura,’’tandasnya.(ade/dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *