Mendapatkan Kecantikan Maksimal, Perlu Pengorbanan Waktu dan Biaya

Para konsumen memilih beberapa produk kecantikan Kamis (18/2) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

Menawarkan Hasil Maksimal dengan Jangka Waktu Cepat Belum Tentu Aman

Sudah saatnya, kaum hawa harus lebih bijak dalam menggunakan krim wajah yang menawarkan dapat mengatasi masahah kulit wajah namun dengan baik dan benar.Apa yang perlu dilakukan agar masyarakat tidak “ tertipu”?

Penangung Jawab Klinik Kecantikan Dermaster dr. Juwita Maggie (FOTO: Yohana/Cepos)

Laporan: Yohana

Memiliki wajah yang mulus, bersih dan lebih cerah, pastinya merupakan idaman setiap wanita, tentunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal membutuhkan biaya yang cukup besar dan perawatan yang cukup lama.
Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki biaya dan cenderung menginginkan hasil yang lebih cepat, sudah pasti perawatan skincare yang abal-abal atau imitasi akan banyak dicari, karena menjanjikan waktu yang cepat dan harga lebih ekonomis.
Maraknya penjualan skincare di pasaran, seperti halnya krim wajah yang menjanjikan dapat mengatasi berbagai masalah pada kulit wajah, mulai dari memutihkan, memuluskan hingga membersihkan kulit wajah dalam waktu yang singkat.
Nampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, bukan hanya baru-baru ini terjadi, namun sudah berkembang sejak lama, apa lagi ketika produk-produk tersebut dijual dengan harga yang relatif terjangkau.
Pastinya hal ini akan langsung diburu oleh masyarakat yang ingin memperoleh kecantikan sempurna dengan biaya yang terjangkau dan hasilnya lebih cepat, tanpa memilikrkan efek samping dan kerugian yang akan diperoleh ketika penggunaan krim wajah yang berlebihan.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, ketika si pengguna kehabisan produk karena pabrik tidak lagi memproduksi, atau pengguna ingin mengganti dengan produk lainnya, kadang menimbulkan masalah pada kulit.
Disaat seperti itu, akan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar untuk memulihkan kondisi wajah, bahkan nyaris ada yang tidak bisa dikembalikan seperti semula.
Hal ini nampaknya sudah lumrah dihadapi oleh para dokter kecantikan yang ada di Indonesia, seperti halnya di Kota Jayapura, dr. Juwita Maggie Penangung Jawab Klinik Kecantikan Dermaster menjelaskan, dirinya sudah banyak menangani kasus kerusakan wajah akibat penggunaan krim abal-abal.
Yang mana penggunaan hydroquinone ataupun mercure dalam jangka panjang mebuat adanya bintik-bintik hitam seperti terbakar yang tersebar di pipi, dahi dan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhannya, dan tidak bisa dipastikan dapat kembali seperti semula.
Efek lainnya, kulit akan semakin tipis, dirnya juga mengakui, bahwa kebanyakan produk-produk skincare yang tidak memiliki sertifikat BPOM, banyak dijual di pasaran, bahkan ada juga yang memiliki sertifikat BPOM namun tidak resmi hanya sebagai pelengkap saja, agar penjualan produk tetap dilakukan, untuk menyakinkan masyarakat.
Penjualan produk skincare yang abal-abal ini bukan hanya di pasar-pasar tradisional, pemanfaatan bisnis online juga banyak menawarkan, baik itu instagram, facebook dan sebagainya.
Bahkan tidak sedikit korban yang datang dengan keluhan, mengenal produk-produk tersebut berdasarkan rekomendasi dari keluarga atau teman mereka. pada dasarnya segala sesuatu yang membutuhkan hasil maksimal dan tahan lama pastinya memiliki proses dan biaya yang harus dikorbankan.
“Saya selalu mengingatkan kepada setiap pasien saya, untuk mendapatkan hasil maksimal berarti ada pengorbanan, baik itu biaya maupun waktu, murah dan instan bukan solusi yang tepat untuk wajah, karena hasilnya pun tidak akan tahan lam, malah akan menimbulkan efek samping yang lebih parah dari kondisi sebelumnya,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/2) kemarin.
Bagi masyarakat atau wanita pemula yang ingin merawat wajah dan ingin menggunakan krim wajah, sangat disarankan memilih krim yang memiliki izin BPOM, dengan cara mengecek langsung di website BPOM, selain itu gunakan krim yang hasilnya dapat terlihat setelah rutin pemakaian selama 2-3 bulan pemakaian.
Dan yang paling penting harga juga tidak terlalu murahan, jadi yang terjangkau namun aman untuk digunakan, paling bagus menggunakan krim wajah yang dianjurkan oleh dokter langsung, dengan cara melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Seperti halnya, Ita seorang pengguna skincare murah di pasaran, mengatakan dirinya memang suka membeli krim pemutih kulit langsung di pasaran, karena harganya terjangkau. Dia juga sadar betul akan penggunaan krim pemutih yang murah belum tentu aman bagi kulit, namun dirinya lebih suka menggunakan krim yang sudah memiliki merek sebelumnya.
“Saya suka memakai krim pemutih tetapi yang punya brand dan banyak digunakan oleh masyarakat, kalau yang lebih murah dan menawarkan hasil lebih cepat patut dihindari karena takut dapat merusak kulit wajah,” jelasnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *