BI: Penurunan Suku Bunga untuk Gairahkan Perekonomian

Naek Tigor Sinaga ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, langkah BI menurunkan suku bunga acuan jadi 3,5 persen, merupakan satu langkah dari Gubernur BI berkoordinasi dengan pemerintah, jasa keuangan dan LPS untuk memberikan stimulus terhadap perekonomian di Indonesia.
“Harapannya dengan penurunan suku bunga bisa direspon melalui peningkatan penyaluran kredit dan kita mengetahui bahwa dengan kondisi perekonomian yang terpengaruh oleh Covid-19, sehingga perlu diberikan stimulus BI ini memberikan sinyal kelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan suku Bunga BI rate. Harapannya bisa menggairahkan perekonomian, terutama di awal tahun 2021. Disamping penurunan suku bunga, BI juga melakukan mengaktifkan kelonggaran terhadap kebijakan uang muka baik kepemilikan kendaraan bermotor maupun property,’’jelasnya.
Pihaknya berharap juga sektor -sektor yang produktif bisa meningkatkan konsumsi. Contohnya ada kelonggaran di sektor otomotif dan seiring kebijakan pemerintah yang melakukan pelonggaran terhadap pembebasan PPNBM diharapkan mendorong masyarakat untuk bisa meningkatkan permintaan terhadap kendaraan bermotor.
“Kita tahu kendaraan bermotor memiliki dampak yang cukup signifikan baik secara ke belakang dan ke depan baik di bidang industri, tenaga kerja dan lainnya, termasuk dari bidang permintaan perumahan atau properti. Di sana pasti ada pengaruhbaik tenaga buruh maupun alat bangunan. Sektor terkait memang produknya rumah, tapi di belakangnya sektornya banyak, termasuk produknya mobil di belakangnya pasti ada permintaan onderdil ikut semua dan dampaknya ini yang bisa dikonsumsi masyarakat terutama golongan menengah ke atas bisa meningkatkan konsumsi jumlah yang besar,’’jelasnya.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *