Balita Tewas Terseret Arus Kali Uwe

Jenazah Korban Ose Wisakla Balita 1 tahun yang meninggal dunia terseret arus air Kali Uwe, Kamis (18/2). (Foto:Denny/Cepos)

WAMENA-Luput dari pengawasan orangtua, seorang balita berusia 1 tahun bernama Ose Wisakla jatuh ke dalam Kali Uwe, di Distrik Wouma. Balita malang ini terseret arus kali yang deras, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga yang sedang mandi di kali tersebut, Kamis (18/2) sore sekira pukul 16.30 WIT.
Kapolres Jayawijaya AKBP . Dominggus Rumaropen, S.Sos ,MM ketika dikonfirmasi membenarkan adanya seorang balita berusia 1 tahun yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di kali Uwe Distrik Wouma kemarin. Menurut Kapolres, ini merupakan kecelakaan karena orang tua sibuk bekerja, sehingga lalai mengawasi anak laki-lakinya ini.
“Kasus ini bersifat kecelakaan karena balita ini dibawa ibunya ke kali, namun karena sibuk pengawasan terhadap korban luput, sehingga anak yang masih kecil ini mudah terbawa arus air Kali Uwe yang deras,” ungkapnya Jumat (19/2) kemarin.
Menurut Kapolres, korban ditemukan usai ada 4 saksi ingin mandi di kali tersebut. Saksi melihat korban hanyut, sehingga langsung ditolong dan dibawa ke pinggir kali. Namun nyawa korban sudah tak dapat diselamatkan, diduga lantaran terbentur bebatuan saat terbawa arus air.
“Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dalam air, sehingga orang tua korban langsung datang mengambil korban untuk dimakamkan,” jelas Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan kepada para orang tua agar selalu berhati-hati dan tetap mengawasi anaknya saat bermain agar kejadian serupa tidak terulang kembali.”Arus di Kali Uwe Distrik Wouma ini terlalu deras dan berbatu -baru yang besar, sehingga sangat rawan bagi anak -anak di bawah umur bermain dekat kali itu, karena bisa terbawa arus air disana, sehingga para orang tua harus tetap melakukan pengawasan bila membawa anak ke kali uwe,” bebernya.
Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Mattinetta, S.Sos, MM menjelaskan para saksi yakni Mince Kogoya (15), Mika Wanimbo (14), Efince Wenda(14) dan Fanny Wenda (12) yang merupakan warga Kampung Wouma menemukan korban hanyut, saat mereka hendak mandi di kali uwe.
“Setelah ditolong, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia, lalu korban langsung dibawa ke rumah para saksi sambil menunggu orang tua korban,”ujarnya
Setelah orang tua korban tiba di rumah, orang tua korban mengaku sedang mencuci piring di pinggir kali dan tidak memperhatikan anaknya yang main di pinggir Kali, setelah mencuci piring orang tua korban sudah tidak melihat anaknya.
“Orang tua korban bernama Mariana Sebleng mencari di pinggiran kali, hingga masyarakat menyampaikan bahwa korban sudah di temukan dan ada di rumah saksi.”tutupnya (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *