Venue Tinju Tidak Ada Masalah, Tinggal Penyempurnaan

Nampak arena pertandingan GOR Cenderawasih APO, Kota Jayapura, Selasa (16/2). Ditempat ini nantinya akan digelar pertandingan tinju PON 2021 Papua. ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Technical Delegate (TD) Pertina, Hermanto Ginting menyebutkan bahwa Gedung Olahraga Cenderawasih APO yang akan digunakan sebagai venue pertandingan cabang olahraga Tinju saat ini telah siap digunakan untuk perhelatan PON XX 2021 Papua.

Bahkan Ginting mengaku terpukau dengan kemegahan yang ditawarkan oleh GOR Cenderawasih. Menurutnya, GOR yang berkapasitas 1.481 sudah sangat layak melaksanakan pertandingan Cabor Tinju.

Venue Tinju sudah sangat bagus, secara umum tidak ada masalah. Sudah sesuai dengan rekomendasi,” ungkap Ginting kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (16/2).

Hanya saja, kata Ginting, ada beberapa komponen yang harus dilengkapi saat pertandingan dilangsungkan.

“Ada beberapa yang masih kita lengkapi, seperti lampu ring, meja dan kursi panitia, tapi itu sifatnya penyempurnaan saja tidak ada masalah. Kami akan terus melakukan komunikasi dengan teman-teman di Papua agar dilengkapi saat pelaksanaan PON,” ujar Ginting.

“Semoga pelaksanakaan PON di Papua sesuai dengan harapan kita, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses dalam pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Sebelumnya, Site Manajer PT Sumber Rejeki Pramesti, Margono, mengatakan, bahwa renovasi GOR Cendrawasih dilakukan dalam dua kontrak, dimana untuk kontrak terakhir telah selesai pada bulan Desember 2020 mendatang.

Kata Margono, untuk kontrak pertama meliputi bagian interior bagunan, seperti atap, lapangan dan kursi. Sementara tahap kedua bagian eksterior, termasuk pengadaan skoring board, videotron serta pemasangan pasak.

Margono juga menjelaskan, bahwa gedung yang memiliki kapasitas 1481 penonton itu telah menghabiskan dana APBD Provinsi senilai Rp 46 miliar. GOR Cenderawasi kata Margono, telah dilengkapi dengan 22 unit AC, dimana setiap AC memiliki daya 10 PK sehingga membuat seisi GOR nantinya akan terasa dingin.

“GOR ini juga dilengkapi dengan 18 toilet, ada yang di lantai dasar dan lantai dua. 4 toilet diantaranya juga sudah dilengkapi akses difabel,” ungkapnya.

Selain itu, komponen bagunan pun juga tak sembarang pesan. Menurut Margono, beberapa komponen harus didatangkan dari luar Indonesia seperti skoring board, kursi single seat dan videotron yang berasal dari Cina.

Sementara komponen lain seperti atap, rangka atap, lantai dan beberapa material lainnya didatangnan dari Pulau Jawa. Margono menambahkan, meski kontrak mereka sampai desember 2020, tapi ia membeberkan bahwa kemungkinan besar mereka akan melakukan perawatan hingga PON XX 2021 mendatang. (eri/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *