Pemberian Vaksin Pertama Nakes Capai 100 Persen

Kabag Ops Polres Merauke AKP.  Micha Toding Potty, SIK, SH saat menerima vaksin kedua, kemarin.    ( foto: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Dinas Kesehatan  Kabupaten Merauke melalui puskesmas-puskesmas kembali memberikan vaksinasi kedua bagi tenaga kesehatan  (Nakes) maupun  pejabat forkopimda  yang telah menerima vaksin pertama  14 hari lalu.

   Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke  dr. Neville Muskita, Dandim 1707  Merauke Letkol Czi Muh. Rois Edy Susilo, ST, Kabag  Ops Polres Merauke  AKP.  Micha Toding Potty, SIK, SH, Kepala BPJS Merauke Achmad Zainuddin tampak datang menerima vaksin tahap kedua  di Puskesmas Mopah Baru  tersebut. Neville  R. Muskita  mengungkapkan  bahwa bagi Nakes maupun forkopimda yang menerima vaksin pada 4 Februari lalu  dapat menerima vaksin kedua tersebut mulai 18-28 Februari  2021.

   “Jadi  yang menerima vaksin pada  tanggal 4  Februari lalu itu, maka dapat menerima vaksin kedua   mulai 18-28 Februari 2021 di tempat dimana dia menerima vaksin  pertama itu,’’ kata Neville Muskita.

    Menurutnya, dalam rentang 10 hari tersebut, mereka yang sudah  menerima vaksin pertama  tersebut wajib untuk menerima vaksin tahap kedua, agar  antibodinya  terbentuk. ‘’Tapi, kalau lewat dari rentang waktu tersebut, diperkirakan  antibodi terhadap Covid-19 tidak terbentuk dengan baik,’’ jelasnya.

    Neville juga menjelaskan  bahwa sampai  18 Februari 2021, sasaran vaksinasi bagi Nakes di Merauke sudah mencapai  100 persen. Bahkan, jumlahnya lebih dari data semula yakni 1.059 Nakes.  Adanya perubahan target Nakes  tersebut, karena adanya perkembangan dimana jumlah Nakes  yang terdata baik yang bekerja di  rumah sakit pemerintah dan puskesmas, TNI dan Polri juga  yang bekerja di rumah sakit dan polikliknik swasta.

  Menurut dia, setelah vaksin bagi Nakes  tersebut  maka tahap selanjutnya adalah mereka yang bekerja di pelayanan publik. Termasuk bagi mereka yang sudah  terpapar Covid-19  sudah bisa menerima vaksin Covid-19. “Tapi, yang pernah  Covid-19 tersebut diberi setelah 3 bulan  sembuh,” tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *