Bupati Natalis Akui 3 Warga yang Tewas Bukan KKSB

Natalis Tabuni, SS, MSi. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni memastikan bahwa tiga orang pria yang tewas di Puskesmas Sugapa, Senin (15/2) lalu bukan anggota KKSB.

Ketiga korban tersebut menurut Bupati Natalis Tabuni merupakan warga sipil. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar masalah ini tetap diselesaikan dengan arif dan bijaksana tanpa ada ditunggangi hal-hal lainnya yang bisa memperkeruh suasana di Kabupaten Intan Jaya.

Bupati Natalis Tabuni juga mengingatkan warganya agar tidak terprovokasi dengan adanya kematian 3 warga sipil tersebut. Karena pelaku tetap akan diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami juga berharap pihak aparat saat melakukan penyisiran harus bisa membedakan  mana KKSB atau TPNP-OPM dengan masyarakat sipil, biar tidak salah tembak. Kami sangat kesal atas kejadian ketiga orang kemarin.  Karena sesuai perintah dan juga sebagai pemerintah, kami sudah mengamankan masyarakat yang menjadi korban penembakan termasuk masyarakat lain yang mengalami gangguan keamanan di kampung Mamba. Namun ketiga orang korban itu ada yang membunuh di rumah sakit Bilogai. Kenapa bisa melakukan hal itu,” sesalnya.

Mengenai warga yang mengungsi ke gereja akibay kontak tembak, Bupati Natalis Tabuni mengatakan, Pemkab Intan Jaya bersama Forkopimda sudah menyerahkan bantuan bahan makanan kepada warga yang mencari tempat berlindung yang aman di gereja -gereja akibat takut jika ada kejadian penembakan lagi atau penyisiran oleh aparat.

 “Kami bersama Forkopimda Intan Jaya telah menyalurkan bantuan bahan makanan kepada warga masyarakat yang menjadi pengungsi di gereja katolik Bilogai, Rabu (17/2) kemarin,” tuturnya.

Bupati Natalis Tabuni berharap, konflik senjata yang berkepanjagan di Kabupaten Intan Jaya bisa segera terselesaikan. Karena jika ini masih terus terjadi maka masyarakat yang akan dirugikan. Dengan kondisi seperti ini Natalis  berharap masyarakat tetap jaga diri dan tidak boleh memprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. “Untuk pemulangan warga ke kampungnya masing-masing, kami masih menunggu rapat bersama dengan Forkopimda,” tambahnya. (dil/ana/fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *