THB Finish, PB PON Papua Terus Genjot Persiapan dengan Baik

Sesi foto bersama para panitia ferivikais teknis pertandingan Cabor dan kegiatan penyusunan THB PON XX bersama dengan jajaran pengurus PB PON Papua di sela-sela penutupan, di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (16/2) malam. ( FOTO: YYO For Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui PB PON Papua terus intens dalam melakukan persiapan pelaksanakan PON XX 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.

Bahkan, PB PON melalui Bidang 1 (Bidang Pertandingan) telah menyelesaikan verifikasi teknis pelaksanaan pertandingan cabang olahraga serta penyusunan Technical Hand Book (THB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua.

Rapat verifikasi teknis pertandingan Cabor dan THB PON XX yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja sejak 15-16 Februari, dihadiri panitia pengawas dan pengarah (Panwasrah) PON XX, panitia inti Cabor dan Pengprov Cabor. Hadir juga Technical Delegate (TD) dari 37 Cabor dan 56 disiplin.

Ketua Panitia, DR. Olof Monim, S.E., M.M., mengatakan, dalam rapat tersebut, seluruh teknis pertandingan dan THB telah disepakati. Nantinya THB tersebut akan diserahkan kepada seluruh kontingen atau provinsi se-Indonesia.

“Kemarin sempat ada dua disiplin Cabor yang tidak menandatangi berita acara, sehingga kita minta panwasrah untuk menjembatani dan kemarin mereka sudah sepakat. Jadi 56 disiplin cabor itu sudah sepakat dengan THB. Nanti setelah difinalisasi kita akan edit lagi kemudian dari verifikasi tersebut akan dibagikan kepada semua kontingen dari 34 provinsi,” ungkap Olof yang ditemui Cenderawasih Pos di Hotel Mercure Kota Jayapura, Rabu (17/2).

Menurut Olof, THB merupakan buku pedoman yang menyangkut jadwal pertandingan, regulasi pertandingan, aturan pertandingan, kuota atlet, penetapan venue dan beberapa hal yang terkait teknis pertandingan pada PON XX 2021 Papua.

Senada dengan itu, Koordinator Bidang Pertandingan PB PON Papua, Yan Yap Ormuseray, SH., M.Si., menuturkan bahwa rapat verifikasi teknis pertandingan Cabor dan kegiatan penyusunan THB PON XX 2021 tersebut merupakan salah satu agenda penting yang menjadi dasar pelaksanakan PON tahun 2021 di Papua nantinya.

“Karena verifikasi teknis pelaksanakan pertandingan ini penting sekali, semua TD yang hadir ini perwakilan dari seluruh Cabor yang akan menjadi peserta PON. TD telah melakukan verifikasi teknis pertandingan, jadi yang menyangkut teknis seluruh pertandingan dalam PON semua sudah dibahas dan sudah selesai,” ujar Ormuseray.

“Selain itu dalam pertemuan ini juga ada kegiatan penyusuanan THB, nah THB ini perlu sekali dilakukan verifikasi. Karena di dalamnya ada jadwal pertandingan, yang akan menjadi pedoman bagi seluruh peserta PON untuk setiap kontingen yang akan bertanding. Semua sudah fix, termasuk usia atlet, dan nomor pertandingan,” sambungnya.

Menurut Ormuseray, hasil rapat ini menjadi angin segar bagi PB PON, khususnya bidang pertandingan untuk terus melakukan persiapan demi persiapan menuju suksesnya event olahraga empat tahunan tersebut di bumi Papua.

“Bidang pertandingan melalui ketua bidang 1 akan mengajukan THB ini kepada ketua harian kemudian ke Ketua Umum PB PON dalam hal ini Bapak Lukas Enembe. Dan jika sudah ditandatangani maka THB ini akan dikirim ke KONi Pusat, kemudian KONI Pusat yang punya wewenang untuk menyalurkan kepada seluruh kontingen,” ucap Ormuseray.

Sementara Ketua Panwasrah PON XX Papua, Suwarno menjelaskan mengenai regulasi yang telah disepakati bersama. Menurutnya, setiap cabang olahraga telah memiliki aturan-aturan masing-masing dari induk Cabor. Sehingga dirinya menyinggung soal dua disiplin cabang olahraga yang sempat mengusulkan pendapat berbeda.

“Umpanya begini, kalau tadinya ditentukan batas usia bebas, dan hasil kualifikasi sudah ada, sehingga KONI provinsi yang punya peluang untuk berangkat ke sini, dimana mereka telah melakukan Pelatda sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh PB. Kemudian di Papua mengharapkan usia di bawah 23 tahun, nantinya akan merusak, karena Pelatda di daerah lain mereka sudah jalan,” jelas Suwarno yang juga merupakan Wakil 1 Ketua Umum KONI Pusat.

“Jika masalah umur diubah, berarti nanti ada atlet yang kepotong. Jadi kita harus mengikuti ketentuan yang sudah diatur oleh induk Cabor. Karena kewenangannya ada di induk Cabor. Tahap berikutnya, karena THB ini peraturan pertandingan, pedoman pelaksanaan pertandingan, nanti kita tinggal mengikuti. Jika ini sudah selesai, kita akan melangkah bagaimana kesiapan venue, bagaiamana kesiapan peralatan, nah itu semuanya akan jadi kesatuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON Papua, Elia Loupatty membeberkan bahwa ada beberapa masukan dari setiap TD menyangkut penyempurnaan venue. Untuk itu, PB PON akan segera menindaklanjuti dengan pihak teknis terkait.

“Saya pikir untuk standar yang disampaikan oleh TD harus penuhi semua. Kami PB PON akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Saya pikir itu harus tetap diselesaikan. Karena permintaan TD itu sesuai dengan standar dan harus kita penuhi. Sebab pertandingan akan dilangsungkan jika standar itu dipenuhi,” ungkap Loupatty.

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengapresiasi kinerja PB PON yang telah menyelesaikan THB PON XX Papua. Pasalnya, THB merupakan sesuatu yang paling dinantikan oleh seluruh KONI se-Indonesia dalam memantapkan persiapan menuju PON XX 2021 Papua.

“THB ini merupakan panduan untuk acuan semua pertandingan Cabor, ini yang ditunggu-tunggu oleh seluruh KONI se Indonesia, termasuk kami tuan rumah. Dan kami bersyukur sudah diselesaikan oleh TD dari 37 Cabor dan 56 disiplin yang sudah hadir serta Pengrov Cabor yang ada di KONI Papua semuanya berjalan dengan baik,” pungkasnya. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *