Minggu Keempat Februari, Dilakukan Secara Virtual

PAMIT: Frederikus Gebze, SE, M.Si  dan Sularso, SE  saat memberikan salam  pamit kepada para anggota DPRD Merauke seusai penyampaikan pidato akhir masa jabatan sebagai bupati dan wakil bupati Merauke periode 2016-2021  di ruang sidang DPRD Merauke, kemarin (17/2). ( FOTO: Sulo/Cepos)

Rencana Pelantikan Bupati/Wabup Merauke Terpilih

MERAUKE- Rencana  pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Merauke terpilih, Drs. Romanus Mbaraka, MT-H. Riduwan, S.Sos, M.Si,  akhirnya menemui titik terang. Ini setelah  Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirim surat kepada gubernur yang daerahnya melaksanakan Pilkada Serentak 2020 yang hasilnya tidak digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan masa jabatan kepada daerahnya berakhir bulan Februari.

Dalam  surat nomor 1.31/966/Otda tanggal 15 Februari 2021 yang ditandatangani  oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Drs. Akmal Malik, M.Si atas nama Mendagri tersebut disebutkan ada 117 kabupaten/kota yang  tidak berpekara di MK dan dianggap selesai. Dimana dari 117 daerah tersebut, termasuk Kabupaten Merauke dan Kabupaten Keerom di Provinsi Papua dan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat.

Plh.  Bupati Merauke, Ruslan Ramli, SE, M.Si., mengakui telah menerima surat edaran  Kemendagri tersebut. Menurut Ruslan Ramli, dalam surat edaran yang diterimanya disebutkan bahwa pelantikan bupati dan wakil bupati Merauke terpilih  akan dilakukan  secara virtual, pada minggu keempat bulan Februari 2021.

“Dari 117 kabupaten dan kota yang tercantum dalam surat edaran Kemendagri, terdapat Kabupaten Merauke dan Keerom. Dimana disebutkan, pelantikan akan dilakukan pada minggu keempat bulan ini. Tanggalnya tidak disebutkan, namun informasi yang kami peroleh rencananya tanggal 26 Februari.  Tapi  ini masih perlu kita konfirmasi kembali ke gubernur soal tanggal kepastiannya,” ungkap Ruslan Ramli kepada wartawan, kemarin (17/2).

Dalam surat edaran itu lanjut Ruslan Ramli, juga disebutkan bahwa pelantikan akan dilakukan secara  virtual. Selain itu, juga dilakukan pembatasan jumlah orang yang berada di dalam ruangan yaitu maksimal 25 orang.

Terkait hal ini, menurut Ruslan Ramli masih akan dibahas dengan  DPRD Merauke mengenai tempat pelantikan. “Nantinya akan dirapatkan dengan DPRD Merauke, apakah tempatnya di ruang sidang DPRD Merauke  atau di Auditorium Kantor Bupati Merauke,” pungkasnya.

Secara terpisah, Wakil Bupati Merauke Terpilih,  H. Riduwan, S.Sos., M.Si., usai mengikuti sidang  pidato akhir masa jabatan bupati Frederikus Gebze di DPRD Merauke, mengatakan dirinya bersama dengan Bupati Merauke Terpilih Drs Romanus Mbaraka, MT sudah siap untuk dilantik.

Terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Riduwan  meminta masyarakat yang akan mengikuti pelantikan secara virtual tersebut untuk mematuhi  protokol kesehatan. ‘’Tentunya kita tidak bisa melarang  masyarakat yang akan menyaksikan pelantikan secara virtual itu. Namun kami berharap, bagi setiap warga yang datang untuk  mematuhi protokol kesehatan. Jangan  sampai nanti kita menimbulkan klaster  baru,” tambahnya.  (ulo/nat)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *