Angkot Wajib Masuk  Terminal Mesran!

Kepala Dishub Kota Jayapura Justin Sitorus memberikan arahan kepada supir angkutan umum di terminal mesran, Rabu (17/2)kemarin.Inzet: Angkot yang tengah berhenti di depan Taman Mesran Rabu (17/2) kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Kemarin, Mulai Diuji Coba, Para Sopir Keberatan

JAYAPURA- Untuk mengoperasikan kembali terminal mesran dan mengurai kemacetan di Kota Jayapura, maka  Pemkot Jayapura melakukan uji coba sistem naik turun penumpang. Uji coba ini mulai diberlakukan Rabu (17/2) kemarin.

Rute yang dilakukan uji coba tersebut yakni angkot jurusan Jayapura-Polimak, Jayapura-Hamadi dan Jayapura-Dok wajib masuk ke terminal mesran. Dan angkot-angkot jurusan Jayapura-Hamadi dan Jayapura-Polimak, serta Jayapura-Dok tidak boleh lagi menurunkan atau menaikan penumpang di depan GOR APO Cenderawasih dan Mall Jayapura.

  Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba terhadap sistem naik turunnya penumpang dari angkutan umum yang ada dengan pemberlakuan setiap angkot wajib masuk turunkan penumpang di terminal Mesran Jayapura.

Untuk waktu uji coba ini mulai sejak 17 Februari hingga akhir bulan Februari mendatang, bagi angkot jurusan Jayapura-Dok IX dan jurusan Jayapura-Macan Tutul lalu sebagian Jayapura- Hamadi dan Jayapura- Polimak.

  “Tujuan kami adalah membuat agar tidak terjadi kemacetan yang panjang di beberapa titik rawan seperti depan GOR Cenderawasih APO dan di Depan Mall Jayapura,’’katanya.

Lanjutnya, hal ini juga dalam upaya mengembalikan fungsi daripada terminal itu sendiri sebagai kawasan umum bagi warga maupun penumpang untuk bisa lebih tertib dan taat akan aturan yang ada, apalagi kita di kota jayapura dalam waktu akan diperhadapkan pada kegiatan pon sehingga kondisi ini perlu diperhatikan sebagai wajah kota nanti nya.

  Sementara itu, salah satu sopir angkot yang namanya enggan dikorankan namanya mengakui para sopir angkot sendiri tidak kebijakan tersebut karena dinilai kurang pas kalau masuk ke terminal karena terjadi penumpukan terlalu lama.

Dan jika masuk ke terminal maka mereka menunggu lebih lama untuk mendapat penumpang, sehingga hal tersebut yang perlu perhatikan kondisi tersebut.

“ Kami pikir dalam membuat kebijakan diharapkan bisa melihat kondisi dan keadaan yang saat ini dialami para sopir,  dalam situasi pandemi  Covid-19 cari uang susah malah ada aturan baru tentu ini bikin tambah susah, dan kebijakan ini kami rasa kurang tepat,” katanya.

Sementara itu, Kasie Ketertiban dan Penindakan Dinas Perhubungan Kota Jayapura Matius Manda menambahkan, Dishub melakukan hal tersebut untuk mengurai kemacetan dan memberikan kesempatan kepada taksi/ angkutan kota untuk bisa mencari penumpang di kota.  Karena jika angkot tersebut tidak masuk terminal tentu, angkutan kota supirnya juga tidak dapat penumpang.

Jadi pengaturan tersebut ini untuk kebaikan bersama dan dulu sebenarnya juga sudah pernah dilakukan, karena banyak sopir yang tidak mau diatur akhirnya seperti yang terjadi saat ini.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *