Tertangkap Operasi Yustisi Prokes, Langsung Swab Antigen

Dr Benhur Tomi Mano, MM. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., menegaskan,  Satgas Covid-19 Kota Jayapura tidak akan memberikan ampun kepada warga yang masih kepala batu berkerumun atau berkumpul membuat acara di luar jam batas aktivitas yang telah ditentukan Pemkot Jayapura mulai pukul 06.00 -21.00 WIT.

Sehingga Konsekuensi yang diterima warga yakni akan dilakukan sidang di tempat dan langsung dilakukan swab antigen jika terkonfirmasi langsung digiring dibawa langsung ke Karantina di LPMP Kotaraja. Hal ini sesuai peraturan daerah nomor 3 tahun 2020 tentang adaptasi tatanan kehidupan baru pada masa pandemi Covid-19.

“Kita saat ini masih melakukan sosialisasi tentang Perda Nomor 3 tahun 2020 dan instruksi wali kota kepada pelaku usaha, warga Kota Jayapura hingga tanggal 21 Februari 2021, jika sosialisasi ini sudah dilakukan sampai batas yang telah ditentukan maka tidak ada alasan lagi jika ada warga tertangkap dalam operasi yustisi Prokes menindaklanjuti Perda yang ada tentu langsung diberikan sanksi tegas,’’ungkapnya, Senin (15/2) kemarin.

Wali Kota mengakui, dari bulan Januari 2021 sampai saat ini warga terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan dibanding dengan yang sembuh, dimana saat ini untuk pasien OTG yang dirawat di Karantina LPMP Kotaraja ada 125 orang hari Minggu (14/2), sedangkan secara akumulatif dirawat sebanyak 974 orang dan meninggal dunia sudah 129 orang, tentu ini sangat disayangkan sekali karena sudah hampir 1 tahun wabah pandemi Covid-19 Kota Jayapura belum juga berlalu, segala usaha dan upaya telah dilakukan Pemkot melalui Satgas Covid-19 Kota Jayapura banyak dana yang digelontorkan, kebijakan dan pengawasan juga dilakukan secara maksimal karena di Kota Jayapura masih banyak orang kepala batu. (dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *